Prosesi puncak hari jadi
diawali dengan arak – arakan pusaka beserta tumpeng setinggi dua meter yang
didampingi dengan pasukan pembawa foto Bupati Trenggalek terdahulu dengan diiringi alunan gamelan jawa. Sesampainya
di Pendopo arak-arakan pusaka di sambut
dan diterima oleh Sekretaris Daerah yang selanjutnya diberikan kepada Bupati
Trenggalek.
Dalam
prosesi hari jadi juga menampilkan sejumlah tari-tarian tradisional. Dengan
menggunakan Bahasa Jawa, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat
keberadaan Kabupaten Trenggalek.
Di
usianya yang ke 820, Bupati berharap Trenggalek bisa lebih maju dan berkembang.
“ saya minta kepada seluruh masyarakat agar di sisa masa jabatan saya, untuk
selalu mendukung dan menjaga persatuan dan kesatuan. Sudah banyak yang saya
selesaikan bersama pak Kholiq mulai dari infrastruktur bangunan maupun jalan-
jalan yang mengalami kerusakan semoga di tahun 2015 nanti semua bisa
terselesaikan ,” harap Bupati.
Pemotongan
tumpeng oleh Bupati beserta wakil Bupati yang diberikan kepada perwakilan masyarakat
Trenggalek mengakhiri kegiatan prosesi hari jadi siang itu.
Acara puncak Hari Jadi dilanjutkan pada malam harinya sebagai acara puncakdengan digelar acara yang tidak
kalah ramainya lagi. Bahkan ribuan warga burjubel memenuhi alon-alon untuk
menyaksikan pesta kembang api dan pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewaruci
oleh dalang ki Enthus Susmono dari Tegal Jawa Tengah.