laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

24 September 2014

Penganekaragaman Pangan Pilar Utama Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan



Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya untuk mewujudkan program pemerintah pusat tentang ketahanan pangan. Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 68 tahun 2002 tentang ketahanan pangan yang secara spesifik mengatur bahwa pemerintah menyelanggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, beragam, bergizi seimbang, aman merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Penganekaragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui kaidah penganekaragaman pangan, pengoptimalan pangan lokal, pengembangan tehnologi dan sistem insentif bagi usaha pengolahan pangan lokal, pengenalan jenis pangan baru, termasuk pangan lokal yang belum dimanfaatkan, penguatan usaha mikro, pengembangan industri pangan yang berbasis pangan lokal.

Berkaitan dengan upaya untuk pembangunan ketahanan pangan Kantor Ketahan Pangan  menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian/ perkebunan, perikanan dan peternakan kegiatan pengembangan disversifikasi/keanekaragaman pangan yang dilaksanakan Senin, 22 September 2013 bertempat di Aula Rumah Makan Mekarsari. Pelatihan diikuti  45 peserta dari 15 desa yang berasal dari 6 kecamatan yaitu Kecataman Munjungan, Watulimo, Dongko, Suruh, Pule, dan Tugu, masing-masing desa mengirimkan 3 peserta.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Nurhadi Setiyono, M.Si, mengatakan bahwa setiap individu membutuhkan pangan yang berkualitas untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Konsumsi pangan yang berkualitas dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung zat gizi yang lengkap dengan jumlah yang seimbang antar kelompok pangan serta memperhatikan cita rasa, daya cerna, daya terima dan daya beli masyarakat. Kualitas konsumsi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi, semakin beragam jenis pangan yang di konsumsi semakin mudah tubuh memperoleh berbagai gizi yang bermanfaat bagi tubuh. “ Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) ” terang Nurhadi.

Selain itu untuk mewujudkan penganekaragaman pangan yang aman, bermutu, bergizi maka perlu intervensi pengembangan pangan berbahan baku lokal berbasis sumberdaya setempat dengan tehnologi sederhana dan tepat guna dengan pengembangan lokal. Salah satu rencana program ketahanan pangan seksi kewaspadaan dan penganekaragaman pangan adalah mengembangkan kreativitas dan inovasi pengolahan pangan berbahan baku lokal.


Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video