“ Upaya Aktualisasi kesenian terus kita upayakan peningkatan dari
waktu ke waktu, bahkan kita harus dapat pengakuan secara formal yaitu
didapatkannya Hak Paten untuk khas Trenggalek Turangga Yaksa. Untuk itu perlu
kita lakukan evaluasi dan selanjutnya kita programkan secara terstruktur dan
berkesinambungan bukan hanya memenuhi rutinitas apalagi bersifat instan. Partisipasi
di tingkat masyarakat sudah cukup bagus, tetapi di tingkat sekolah perlu
diupayakan peningkatan,” kata Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT mengawali
sambutannya pada acara penutupan Festival Jaranan Turangga Yaksa Trenggalek
terbuka ke 19 dalam rangka memperingati
HUT Proklamasi RI ke 69 dan Hari Jadi
Kabupaten Trenggalek ke 820, yang dilaksanakan 29 Agustus 2014.
Proses pelestarian budaya asli daerah Trenggalek terus digalakkan oleh
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, tentunya kita tidak ingin kesenian asli daerah
kita klaim oleh daerah atau negara lain.
Festival Jaranan Turangga Yaksa Trenggalek Terbuka ke 19 dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI ke 69 dan Hari Jadi Kabupaten
Trenggalek ke 820 diikuti oleh sebanyak 31 peserta group kesenian tingkat umum,
11 grup tingkat SD, tingkat SMP 1 grup, dan tingkat SMA 6 grup.
Perlu diketahui bahwa untuk peserta tingkat umum tidak hanya
diikuti oleh grup kesenian dari Trenggalek, namun juga diikuti oleh daerah lain
diantarannya dari Solo, Ponorogo dan Tulungagung. Dengan dilaksanakan festival
semacam ini hendaknya dapat digunakan sebagai ajang kompetisi yang konstruktif
dan berkualitas, sesuai dengan tuntutan mulai dari penyelenggaraan, sajian
kemasan pergelaran harus memiliki serta memenuhi standar tertentu yang harus
dicapai.
“menang atau tidak menang bukan persoalan pokok dari
penyelenggaraan acara ini, lebih dari itu bahwa pelaksanaan dan keikutsertaan
para seniman adalah hal yang sangat penting dan positif untuk menjadi inspirasi
dan nilai tambah untuk pengembangan kesenian di masa yang akan datang” pungkas
Bupati mengakhiri sambutannya yang sekaligus menutup Festival Jaranan Turangga Yakso Trenggalek Terbuka ke 19 tahun 2014.
Setelah
melalui penjurian yang sangat ketat oleh para dewan juri pengamat yang terdiri
dari Tri Broto Wibisono, S.Pd, M.Si, Bambang Wibisono, S.Sn serta Sutiyono,
S.Pd akhirnya memutuskan 14 pemenang terbaik yang terdiri 5 penyaji
terbaik dari kesenian turangga yakso, 5 penyaji terbaik Non Turangga Yaksa, 1 penata tari terbaik dari kesenian
turangga yakso , 1 penata tari Non
Turangga Yaksa, 1 penata iringan terbaik dari kesenian turangga yakso dan 1 penata iringan terbaik Non
Turangga Yaksa.