laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

17 September 2014

Bupati Pimpin Apel Besar HUT Gerakan Pramuka Ke – 53 Tahun 2014



Dengan Revitalisasi Gerakan Pramuka diharapkan semakin memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka dan meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka. Kwarting Cabang Trenggalek menggelar Upacara Apel Besar dalam rangka memperingati HUT Gerakan Pramuka ke – 53 Tahun 2014, Senin 15 September 2014. Apel dilaksanakan di alon – alon Trenggalek. Apel besar HUT Gerakan Pramuka tahun ini mengambil tema “Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi”. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati beserta istri, Para anggota Forkopimda Trenggalek, Para Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek serta Kamabira se Kwarcab Trenggalek. Adapun apel diikuti peserta dari SD, SMP dan SMA Se Kabupaten Trenggalek.

Pada kesempatan ini, dalam sambutannya Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang di bacakan Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT menyampaikan pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda. “Saat ini, kaum muda dihadapkan pada dua masalah besar yaitu yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan. Obat-obatan terlarang, hubungan seksual pra-nikah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas, perkelahian, tawuran dan kekerasan, serta kriminalitas remaja. Solidaritas sosial rendah, semangat kebangsaan rendah, semangat bela negara rendah, dan semangat persatuan dan kesatuan rendah,” ujarnya.

“Kaum muda masih mengalami tingginya angka putus sekolah, sulitnya mendapatkan pekerjaan karena terbatasnya keterampilan yang dimiliki, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang yang lebih tua dan para guru, perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok pada usia muda. Permasalahan ini tentu saja sangat memprihatinkan dan harus segera ditanggulangi,” imbuhnya.

Peranan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan meningkatkan keterampilan. Untuk itulah, kerjasama dengan berbagai pihak sangat diharapkan, karena kaum muda merupakan bagian terbesar penduduk yang harus diselamatkan.

“Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah. Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter. Sedangkan peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang terjadi tersebut.”Ungkap Bupati

Kegiatan upacara memperingati HUT Gerakan Pramuka ke – 53 Tahun 2014 ditutup dengan penyematan Lencana Darma Bakti dan Panca Warsa oleh Bupati Trenggalek dilanjutkan penyerahan ijasah KMD Argoayu LXI-LXVIII serta Thropi SSC II (Scout Skill Competition II) Tahun 2014 oleh Wakil Bupati Trenggalek.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video