laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

2 September 2014

Bupati Hadiri Tradisi Upacara Adat Bersih Dam Bagong "Larung Sesaji Dam Bagong"



"Tradisi ini merupakan bentuk syukur sekaligus mengenang Adipati Menak Sopal pada masa pemerintahan Mataram Kuno, sekitar pertengahan Abad V, yang telah berjasa membangun Bendungan (Dam) Bagong sehingga irigasi pertanian di Trenggalek semakin baik,". Bertempat di komplek makam Bagong tepatnya bulan Selo istilah di bulan jawa yang tahun ini jatuh pada hari Jumat Kliwon, 29 Agustus 2014 telah diselenggarakan upacara adat bersih DAM Bagong. Hadir pada acara ini Bupati Trenggalek beserta istri, anggota Forkopimda, Para Kepala SKPD, Kepala Desa/Kelurahan se-Kecamatan Trenggalek.


Sehari sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang merupakan serangkaian upacara adat Bersih Dam Bagong tersebut. Pada Kamis, 28 Agustus 2014  pukul 19.00 telah dilakukan ritual penyucian/pemandian kerbau yang akan disembelih dan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Marsudi dengan lakon “Dewi Sri Mulih”. Pagi harinya setelah sholat subuh dimakam Ki ageng Menak Sopal diadakan bacaan surat yasin dan di Rt/ 16 Bagong diadakan semaan alquran. Selanjutnya sekitar jam 7 pagi di mulai Marwo kolo dengan dalang Marjan Gareng dari sugihan Kampak serta malam harinya diadakan pentas jaranan Kuda Bhirawa dari Tulungagung.


Puncak acara dimulai dengaan pembacaan legenda Dam Bagong oleh Sri Harjo Mulyono. Dalam legenda ini disebutkan bahwa pada pertengahan abad ke-16 Masehi Menak Sopal yang merupakan tokoh penyebar Islam di wilayah Trenggalek sangat prihatin melihat kondisi sawah para petani yang sering mengalami kekeringan dan gagal panen. Karena itu  timbul gagasan untuk mengajak masyarakat menaikkan air kali Bagong dengan membuat Dam. Namun kerja keras tersebut selalu gagal, karena begitu selesai dikerjakan Dam selalu runtuh. Berdasarkan petunjuk dari ayah Menak Sopal, yaitu Menak Srobo, Dam akan berhasil dibangun bila diberi tumbal kepala Gajah Putih.  Akhirnya Menak Sopal berhasil mendapatkan Gajah Putih dari meminjam pada Mbok Rondho Krandon. Gajah Putih disembelih dan kepalanya untuk tumbal, sehingga Dam Bagong bisa terwujud. Menak Sopal yang juga merupakan putra dari pasangan Menak Kronggo (tokoh pendatang dari wilayah Sunda yang membawa pengaruh Islam) dan Dewi Amis Wati atau Dewi Amis Ayu, putri bangsawan di Trenggalek, dianggap berjasa karena berhasil membangun Bendungan Bagong yang memberi dampak positif terhadap kemakmuran di wilayah itu, terutama di sektor pertanian.


Dalam sambutan Bupati Trenggalek Dr.Ir.Mulyadi ,WR,MMT upacara adat bersih dam bagong dengan melarung kepala kerbau ini merupakan wujud napak tilas ketika menak sopal membangun Dam Bagong dengan mengorbankan Gajah Putih. Selain Itu upacara ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat Trenggalek khusunya masyarakat petani di kecamatan Trenggalek dan pogalan yang sawahnya mendapatkan aliran air dari Dam Bagong. Bupati Trenggalek juga berharap Kegiatan Upacara seperti bersih Dam Bagong, Labuh Laut dan Upacara adat yang lainnya bisa dijadikan agenda tahunan untuk melestarikan budaya leluhur dan bisa dipromosikan sebagai salah satu obyek wisata budaya yang ada di Kabupaten Trenggalek.



Upacara adat Bersih Dam Bagong dilanjutkan dengan ziarah ke makam  Ki Ageng Menak Sopal oleh Bupati Trenggalek yang diikuti oleh anggota Forpimda Kabupaten Trenggalek, Kepala SKPD. Selanjutnya, Bupati secara simbolis melemparkan kaki ke dalam Dam Bagong. Bersamaan dengan itu, kepala kerbau juga ikut dilempar  ke Dam Bagong. Masyarakat secara spontan terjun ke Dam Bagong untuk memperebutkan kepala dan kaki kerbau tersebut.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video