Tenaga
honorer kategori II (K2)
yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek akhirnya
bisa tersenyum lega, Hal ini ditandai dengan dimulainya kegiatan
pembelakan dan orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil dari jalur honorer kategori
II, kegiatan ini merupakan
rangkaian awal suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan sebelum menerima surat
keputusan pengangkatan sebagai calon pegawai negeri sipil yang akan
direncanakan penyerahannya pada tanggal 29 September 2014 dengan melaksanakan
tugasnya terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2014. Pembukaan pembekalan dan orientasi
Calon Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan hari Senin 22 September
2014 bertempat
di Pendopo “Manggala
Paraja Nugraha”.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Trenggalek
Dr. Ir. Mulyadi WR.MMT. Hadir
dalam acara tersebut Sekda Trenggalek, Para kepala
SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek dan para peserta orientasi.
Kepala BKD
Drs. Pariyo
dalam laporannya menyampaikan bahwa, pembekalan dan orientasi bagi Calon Pegawai
Negeri Sipil diikuti 157
orang dari jalur honorer kategori II,
kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 22
sampai dengan 26 September 2014 dengan
meliputi kegiatan dilapangan yang terdiri dari Pelatihan Baris Berbaris
(PBB) dan Outbond,
untuk kegiatan didalam
kelas yaitu pembekalan mengenai kebijakan umum Pemerintah Kabupaten Trenggalek
maupun administrasi bidang kepegawaian. “kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman
tentang tugas pokok dan fungsi SKPD serta tatalaksana, memupuk rasa kebersamaan dan
wawasan kebangsaan agar dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama, menanamkan
rasa disiplin tanggung jawab dan kreatifitas serta meningkatkan integritas agar terwujud Pegawai yang
profesional”Ungkapnya.
Bupati Trenggalek dalam
sambutannya mengatakan, salah satu kunci sukses kita dalam bekerja adalah
mempunyai semangat kerja keras dan disiplin tinggi, selain itu kembangkan dan
asah terus pengetahuan serta ketrampilan dalam bekerja dengan mengikuti
pendidikan dan pelatihan, jalin komunikasi dan kerjasama yang efektif dengan
rekan kerja dan masyarakat. Untuk mewujudkan birokrasi yang
sehat tidak hanya cukup dengan mengubah wajah, tetapi yang paling penting
adalah mengubah sikap dan perilaku birokrasi. Dengan mengubah sikap dan
perilaku atau paradigma dari aparatur yang dilayani menjadi
seorang aparatur yang siap melayani.
Di akhir sambutannya Bupati juga menyampaikan beberapa pesan untuk dilaksanakan dalam
menjalankan tugas yakni Bekerjalah
dengan cerdas, artinya bekerja secara profesional, memprogramkan pekerjaan, dan
membuat target, serta melaksanakannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
masing-masing; Bekerjalah dengan keras, kerja keras bukan berarti memaksakan
diri atau sembarangan apalagi membabi buta, tetapi menyelesaikan pekerjaan
dengan cepat, tangkas, efesien dan efektif sesuai dengan yang ditargetkan; Bekerjalah
dengan ikhlas, bukan berarti menerima, pasrah apa adanya, melainkan konsisten
melakukan pekerjaan dengan rasa amanah dan tanggung jawab, serta penuh dedikasi
dengan berlandaskan semangat pengabdian kepada masyarakat." demikian pesan
Bupati sekaligus mengakhiri sambutannya.
