Momentum lebaran memang sangat baik dimanfaatkan sebagai sarana bersilaturrahmi antar sesama , seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Suruh tepatnya di Aula Kecamatan Suruh pada tanggal 7 Agustus 2014. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati,Muspika Suruh,PNS serta perangkat desa se Kecamatan Suruh.
Mengawali sambutannya Camat Suruh Drs.Agus Utoyo melaporkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pasca kita melaksanakan puasa di bulan ramadhan dan alhamdulillah walaupun awal puasa kita tidak bersamaan akan tetapi awal syawal kita bisa melaksanakan secara bersamaan. Dilaporkan pula bahwa dalam pelaksanaan pilpres kemarin di Kecamatan Suruh bisa terselenggara dengan aman dan lancar sehingga situasinya sangat kondusip.
Wakil Bupati Trenggalek Kholiq SH,M.Si dalam sambutannya antara lain mengatakan Halal bihalal merupakan tradisi mayarakat Indonesia yang dilakukan sesudah hari lebaran baik dikalangan instansi pemerintah maupun instansi lain. Kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik dan harus dipertahankan serta dilestarikan.
Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan,persatuan dan saling berbagi kasih sayang pasca lebaran. Dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia selalu tidak luput dari dosa. Dosa yang paling sering dilakukan adalah kesalahan terhadap sesama seperti iri hati,permusuhan dan saling menyakiti. Halal bihalal merupakan peristiwa penting untuk saling memaafkan,baik secara individu maupun kelompok.Lebih lanjut dikatakan dalam Islam halal bihalal bertujuan untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturrahmi.
Kalau dilihat dari sisi silaturrahmi halal bihalal dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur,sebagaimana hadist Rosulullah yang diriwayatkan oleh Abu Huraira yang artinya " Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,hendaknya ia bersilaturrahmi.