Rabu, 13 Agustus 2014, Pemeritah
Kabupaten menggelar Peluncuran Data Base Pro Poor Planning, Budgeting and
Monitoring (Perencanaan Anggaran Yang
Berpihak Kepada Masyarakat Miskin). Kegiatan di laksanakan di Balai Benih Ikan dan
dihadiri oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir Mulyadi WR, MMT, Tim BP3BM dari Bapenas,
Koordinator P3BM Prov. Jatim, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD dan tamu
undangan.
Masalah kemiskinan merupakan
salah satu masalah penting yang harus di perhatikan pemerintah daerah guna keberhasilan
pembangunan daerah. Untuk itu pemerintah harus punya strategi dalam upaya
penanggulangan kemiskinan. Menurut laporan yang disampaikan Kepala Bappeda Joko
Wasono, pihaknya dalam mengatasi permasalah percepatan penanggulangan kemiskinan
di Trenggalek telah melakukan berbagai upaya diantaranya adalah dengan
penguatan kapasitas kelembagaan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan dan
penyusuan rencana dan anggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin. “ kita
patut bangga Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten/kota ke 3 (tiga) yang
sudah menggelar peluncuran program Data Base Pro Poor Planning, Budgeting and
Monitoring atau Perencanaan Anggaran Yang
Berpihak Kepada Masyarakat Miskin ” kata Joko.
Sementara itu dalam sambutannya
Bupati Trenggalek Dr. Ir Mulyadi WR, MMT, mengatakan bahwa berdasarkan data
yang dikeluarkan Badan Pusat Statistiktren tingkat kemiskinan di Kabupaten
Trenggalek dari tahun ke tahun mengalami penurunan tahun 2011 angka kemiskinan 14,90%
tahun 2012 angka kemiskinan 14,20%, namun meskipun mengalami penurunan akan
tetapi angka penurunan tersebut belumlah cukup signifikan jika dibandingkan
dengan kondisi kemiskinan tahun 2012 Provinsi Jawa Timur 13,40% dan Nasional 11,66%. Meskipun penanggulangan kemiskinan telah
masuk dalam agenda pembangunan di daerah, namun dalam implementasinya sering
terdapat kesenjangan antara perencanaan dengan efektifitas pelaksanaan berbagai
program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Hal ini disebabkan beberapa hal
antara lain kurangnya pemahaman serta kemampuan menganalisis konsep dan permasalahan kemiskinan, lemahnya kualitas
perumusan perencanaan dan implementasi program-program kemiskinan. “untuk itu harus
diupayakan perbaikan layanan publik dan penguatan kapasitas Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) agar merencanakan dan menganggarkan kegiatan yang
mengarah mengarah kepada masyarakat miskin ” tandas Bupati.
Dengan telah dilaksanakannya
pelatihan Pro Poor Planning, Budgeting and Monitoring (P3BM) yang diselenggarakan
pada tanggal 13 s/d 23 mei 2014. Kami mengharapkan para perencana di SKPD mampu
memetakan permasalahan kemiskinan yang ada serta memberikan analisa yang
kemudian dirumuskan menjadi suatu perencanaan penganggaran penanggulangan
kemiskinan yang tepat sasaran dan tepat anggaran. Dan pada hari ini marilah kita
menyaksikan bersama data – data capaian pembangunan di Kabupaten Trenggalek,
khususnya yang berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan yang dikemas
dalam bentukData Base MDGs dan Data Base Pembangunan Kabupaten Trenggalek yang
disampaikan oleh Tim BP3BM dari Bapenas. “Mudah-mudahan data ini dapat membantu
pemerintah daerah dalam rangka pembenahan perencanaan kedepan, sehingga permasalahan
kemiskinan dapat berkurang lebih optimal” harap Bupati mengakhiri sambutannya.