Indonesia sebagai
negara kepulauan yang memiliki keaneka ragaman baik dilihat dari segi ras,
agama, bahasa, suku bangsa dan adat istiadat, secara faktual kondisi ini
disatu sisi merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan
bangsa-bangsa lain yang tetap harus dipelihara. Kamis, 14 Agustus 2014 bertempat di Gedung Serbaguna Kelutan Kab. Trenggalek telah
diselenggarakan acara Sosialisasi
Galang Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia di Kabupaten Trenggalek. Acara tersebut juga dihadiri oleh
Bupati Trenggalek, Kapolres Trenggalek, Dandim 0806 Trenggalek, Kemenag
Trenggalek, Muspika, Anggota Kominda dan Para Kepala Desa Se Kabupaten
Trenggalek.
Drs. Widarsono MM Kepala Kesbangpolinmas Trenggalek dalam laporannya menyampaikan Wawasan kebangsaan merupakan jiwa, cita-cita, falsafah hidup dan pandangan hidup bangsa yang merupakan hasil konstruksi dari realitas sosial dan politik (sociallyand politicallyconstructed) bangsa seiring melunturnya semangat wawasan kebangsaan dan menyikapi situasi kondisi yang terjadi saat ini, sangat perlu kiranya menggelorakan kembali semangat wawasan kebangsaan Indonesia di tengah-tengah masyarakat, melalui Sosialisasi Galang Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Trenggalek. Adapun tujuan sosialisasi galang wawasan kebangsaan ini adalah untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika.”Ungkapnya
Sementara itu, Dr.
Ir. H. Mulyadi WR. MMT Bupati Trenggalek yang sekaligus membuka acara tersebut
dalam sambutannya mengatakan Perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya
di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Memudarnya wawasan kebangsaan dalam
jiwa masyarakat dan hilangnya tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang
akan mendorong terjadinya disorientasi dan perpecahan bangsa. Bangsa Indonesia
merupakan bangsa yang plural yang ditandai beragamnya suku, budaya daerah,
agama, dan berbagai aspek politik lain, serta kondisi geografis negara
kepulauan yang tersebar. Semua ini mengandung potensi konflik (latent sosial
conflict) yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan
bangsa. Krisis multi-dimensional ini telah memperlihatkan tanda-tanda awal
munculnya krisis kepercayaan diri (self-confidence) dan rasa hormat diri
(self-esteem) sebagai bangsa.
Lebih lanjut disampaikan akhir-akhir ini kita digemparkan dengan pemberitaan
keberadaan Islamic State in Iraq and
Syria atau lebih dikenal dengan
sebutan ISIS, diberbagai media televisi maupun internet. Saya berharap agar
masyarakat tidak terpengaruh dengan gerakan ISIS dan tetap menjaga kebersamaan
dan keutuhan NKRI. Bupati menghimbau kepada
seluruh Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh
Masyarakat serta Organisasi Kemasyarakatan di Kabupaten Trenggalek ini untuk : Memberi
penjelasan secara luas kepada masyarakat melalui berbagai media dan sosialisasi
mengenai ISIS dan ancamannya bagi keutuhan NKRI serta Memanfaatkan
lembaga-lembaga kemasyarakatan, keagamaan dan kepemudaan untuk selalu waspada mengantisipasi
dan mencegah terhadap gerakan-gerakan ISIS
di Kabupaten Trenggalek.”Imbuhnya
Dalam kesempatan yang sama juga memberikan paparan Dandim 0806 Trenggalek, dengan tema ”Peran Tni Dalam
Menjaga Keutuhan NKRI”. Kapolres
Trenggalek, dengan tema ”Peran Polri Dalam Menjaga
Keamanan Dan Ketertiban Dari Ancaman Bahaya Terorisme”. Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Trenggalek, dengan tema “Peran
Kementrian Agama Dalam Menjaga Kerukunan Hidup Umat Beragama”.