Untuk mempersiapkan menghadapi
dan mengimbangi semakin banyaknya fasilitas kesehatan di Kabupaten Trenggalek tersebut , Rabu 11
juni 2014 Dinas Kesehatan menyelenggarakan rapat kerja kesehatan daerah
Kabupaten Trenggalek tahun 2014. Acara yang dihadiri oleh Dokter,perawat,
bidan dan ibu-ibu PKK juga Camat se Kabupaten Trenggalek ini di selenggarakan
di Aula Hotel Prigi dan di Buka langsung oleh Wakil Bupati Kholiq, SH. Msi di
dampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra juga Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek.
Dalam sambutan Wakil Bupati
disebutkan dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat telah
tersedia 3 buah rumah sakit umum, 1 rumah sakit ibu dan anak, 18 puskesmas
perawatan, 4 puskesmas non perawatan, 6 klinik atau balai pengobatan, 66
puskesmas pembantu, dan 27 puskesmas keliling yang tersebar di 14 kecamatan di
kabupaten Trenggalek.” Tenaga kesehatan yang berkualitas memiliki kontribusi
yang besar dalam pelaksanaan 3 fungsi puskesmas, yaitu sebagai penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, penggerak pemberdayaan masyarakat dan pemberi
pelayanan kesehatan tingkat pertama sebelum di tangani oleh rumah sakit,”
ungkap Wabup.
Dalam RPJMD 2013 dari 64
indakator yang menjadi tanggung jawab Dinkes dan perlu mendapatkan perhatian
yang serius diantaranya adalah penurunan angka kematian ibu melahirkan dimana
tahun 2013 angka kematian ibu melahirkan masih 113 per 100.000 kelahiran hidup
sedangkan target pada tahun 2015 sebesar 103 per 100.000 kelahiran hidup. Peningkatan
cakupan kunjungan ibu hamil (K4), Peningkatan
cakupan pertolongan oleh bidan atau tenaga yang memiliki kopetensi kebidanan, Penurunan
inciden demam berdarah, Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan pra usia
lanjut, tahun 2013 cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut sebesar 52.77%
sedangkan target tahun 2015 sebesar 80%, dan yang terakhir perlu adanya
peningkatan jumlah masyarakat yang menggunakan jamban keluarga.
Lebih lanjut Wabup juga
menghimbau melalui rapat kerja kesehatan ini, diharapkan peserta dapat
mengidentifikasi masalah dan kemudian melakukan alternatif pemecahan masalah
dengan cepat, akurat, dan terarah.” Dukungan dari masyarakat juga
dibutuhkan untuk keberhasilan pembangunan kesehatan di Trenggalek,”pinta Kholiq
sekaligus mengakhiri sambutannya.