Guna untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha
agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani serta memberdayakan
kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha
agribisnis di Kabupaten Trenggalek. Selasa, 24 Juni 2014 bertempat di Bappeluh
Kabupaten Trenggalek telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Gapoktan
Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati
Trenggalek, Kepala Disperhutbun Trenggalek, Kepala Bappeluh Trenggalek dan Penyelia Mitra
Tani, Penyuluh Pendamping serta seluruh pengurus Gapoktan se Kabupaten
Trenggalek.
Pada kesempatan ini, Kepala Bappeluh Kabupaten
Trenggalek dalam laporannya menyampaikan PUAP merupakan program pemberdayaan
petani yang tidak bisa akses dalam mendapatkan pembiayaan PD
lembaga keuangan, program PUAP dirancang untuk merubah petani pelaku usaha sub
sistem tradisional menjadi petani modern yag berwawasan agribisnis. Sedangkan tujuan
dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan penyuluh
pendamping dalam memfasilitasi Gapoktan PUAP dan pemecahan masalah, dan meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan pengurus Gapoktan PUAP dalam mengelola usaha agribisnis.“Demi
termujudnya kesejahteraan masyarakat melalui PUAP diharapkan adanya dukungan
dari semua pihak baik masyarakat maupun Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati
Trenggalek sekaligus membuka dalam paparannya menyampaikan bahwa Pengembangan Usaha
Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian
untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. PUAP merupakan entry point dan
perekat bagi seluruh program Departemen Pertanian dan sektor lain yang terkait
dalam program PNPM-Mandiri. Dalam
rangka mempercepat keberhasilan PUAP diperlukan berbagai upaya dan strategi
pelaksanaan yang terpadu melalui: Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat
yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas
SDM; Penguatan
modal bagi petani, buruh tani dan rumah tangga tani; dan Penguasaan teknologi
produksi, pemasaran hasil dan pengelolaan nilai tambah.”Ungkapnya
Bupati juga berpesan kepada para Penyuluh yang telah
diberi tugas untuk mendampingi pengurus Gapoktan agar terus bersemangat karena
tugas pendampingan tersebut merupakan bagian dari profesi penyuluh dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk para petani dan keluarganya, profesi
penyuluh tidak lagi hanya meningkatkan produksi akan tetapi sekarang juga
ditugasi untuk mendidik dan memberdayakan petani secara terus menerus sehingga
ilmu penyuluh tidak cukup lagi hanya dengan ilmu budidaya tetapi juga ilmu
manajemen, kepemimpinan dan kewirausahaan.”Imbuhnya