Sebagai
tenaga profesional di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat, perawat
dituntut untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya. Tenaga perawat
perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin untuk dapat menjalankan pekerjaan
sesuai standar yang telah ditetapkan. Sabtu, 14 Juni 2014 bertempat di “Pendopo
Manggala Praja Nugraha” Akper Pemkab. Trenggalek menyelenggarakan Seminar
Sehari dengan tema “First Aid For Traffic Accident” (Pertolongan Pertama Untuk Kecelakaan
Lalu Lintas) dan telah dihadiri oleh Bupati
Trenggalek, Tim Emergency Medicine Technition Prov. Jatim dan Kapolres
Trenggalek selaku nara sumber, Kepala Dinkes, Direktur RSUD Dr. Soedomo,
Direktur Akademi Keperawatan Trenggalek dan seluruh mahasiswa para peserta
seminar.
Pada
kesempatan tersebut, Ns. Agus Hari Widodo, S.Kep M.Kep Direktur Akademi
Keperawatan Trenggalek dalam laporannya dikatakan menurut data dari Rikesdas
2007, prevensi cedera akibat lalu lintas di Indonesia diperkirakan mencapai
25,9% dari jumlah penduduk, sementara untuk di Jawa Timur sendiri prevalensi
cedera akibat lalu lintas mencapai 24,1%. Untuk itu sebagai insan perawat
maupun calon perawat harus mempunyai sikap tanggap dalam upaya penanganan
masalah kesehatan yang efektif dan efisien. Langkah yang penting dan harus
dilakukan adalah adanya tenaga kesehatan (perawat) yang mempunyai sikap
bertanggung jawab akan kesehatan masyarakat. Tujuan dilaksanakan seminar ini
diantaranya mampu berperan dalam menolong kegawatan dan mampu mengenali
tanda-tanda serta tindakan untuk menyelamatkan pasien dari kecacatan dan
kematian.”Ungkapnya
Sementara
itu, Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek sekaligus membuka kegiatan
seminar tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk meningkatkan
pengetahuan serta ketrampilan tenaga perawat maka perlu dilakukan kegiatan yang
bersifat ilmiah salah satunya dengan terselenggaranya seminar keperawatan
secara berkesinambungan. Pada saat terjadi kecelakaan kemungkinan akan terjadi
luka-luka dan bahkan situasi gawat darurat. Oleh karena itu respon dan penanganan
yang efektif, efisien cepat dan tepat harus dilakukan pada saat menit-menit
pertama. Pertolongan pertama dari orang-orang yang ada di sekitar kejadian akan
didapatkan untuk menyelamatkan hidup korban meskipun belum ada petugas medis
dan paramedis. Seminar seharusnya tidak hanya diberikan secara teori saja
tetapi juga dilakukan simulasi sehingga peserta dapat lebih memahami topik yang
dibahas karena ditampilkan dalam bentuk lebih operasional dan aplikatif. Untuk
itu perlu ada kesehatan yang lain terutama perawat dan profesi kepolisian dalam
upaya penyelamatan korban sehingga dapat menekan kejadian kecacatan dan
kematian akibat kecelakaan.