Pameran
Batik, Bordir dan Asesoris merupakan salah satu langkah upaya untuk
melestarikan dan mengenalkan Batik dalam rangka peningkatan produksi dan
penyerapan pasar secara optimal bagi para pengrajin/industri, batik dan bordir adalah membangun
"image" dan apresiasi serta kerangka promosi yang reguler dan
kontinyu terhadap perkembangan industri batik nasional. Rabu, 14 Mei 2014
Dekranasda Kabupaten Trenggalek ikut serta mempromosikan Batik, Bordir
dan Asesoris Khas Kabupaten Trenggalek adapun batik yang dipromosikan adalah
batik Tipoek, batik Rara, batik Setia Jaya serta batik Sekarwangi.
Pameran
Batik, Bordir dan Asesoris Fair 2014 digelar di Grand
City Surabaya pada tanggal 14 S/d 18 Mei 2014 dan diikuti 175 Industri
Kerajinan Kecil Menengah (IKM), Dekranasda Kab/ kota se Jatim pameran yang
ke-9 ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur
Dr. H. Sukarwo. Bermacam produk batik bordir terbaik dari seluruh Indonesia
bisa didapatkan di pameran ini.
Dalam kesempatan ini, Ny. Penny Mulyadi selaku ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek yang
meninjau pameran tersebut menyampaikan pameran yang diadakan untuk ke-9 kalinya
ini merupakan upaya pemerintah menggalakkan pengembangan industri
batik, bordir & asesoris untuk penguatan pasar domestik, peningkatan daya
saing IKM dan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri. Pameran ini juga
merupakan komitmen pemprov Jatim khususnya Kabupaten Trenggalek terhadap
pelestarian, pengembangan dan promosi aneka produk kerajinan warisan budaya
bangsa sebagai basis ekonomi kreatif.
Selain itu, untuk menciptakan ajang
promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, bordir dan asesoris
pendukung khas Kabupaten Trenggalek, meningkatkan peluang pasar domestik di
dalam maupun diluar Jawa Timur, mencari peluang potensi pasar internasional,
mengembangkan desain terbaru dan peningkatan kualitas, serta meningkatkan
kecintaan pemakaian produk dalam negeri.”Ungkapnya