Sebagai
upaya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan
kinerja pengolahan keuangan daerah, meingkatkan pengelolaan pendapatan daerah,
meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran serta berkontribusi dalam
kinerja pembangunannya di sektor-sektor strategis. Kamis, 17 April 2014 telah
diselenggarakan acara Launching Buku Kajian PERA (Public Expenditure And
Revenue Analysis/Analisis Penerimaan dan Pengeluaran) Kabupaten Trenggalek
Tahun 2013. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Trenggalek, Ketua AIPD
Pusat, Ketua Yayasan BAKTI serta seluruh Para Kepala SKPD Lingkup Pemkab.
Trenggalek.
Pada
kesempatan ini, Danim Nasution Ketua AIPD Pusat dalam laporannya menyampaikan buku
kajian ini merupakan hasil kerjasama yang erat antara fakultas ekonomi dan
bisnis Universitas Airlangga dan peneliti senior dari Universitas Hasanuddin –
Bakti Makasar, AIPD dan Australian Aid, Bappeda Trenggalek berperan penting dalam
memfasilitasi seluruh proses pembuatan buku kajian ini dan sangat mengapresiasi
pada Kabupaten Trenggalek dari 4 (Empat) Kabupaten, Trenggalek mempunyai IPM
yang tertinggi. Bahkan hebatnya lagi ini diatas rata-rata Jatim dan Nasional.
Selain itu, sektor pertanian, perdagangan hotel dan restoran meupakan penggerak
utama perekonomian Kab. Trenggalek. Sedangkan Transformasi ekonomi di Kab.
Trenggalek berlangsung dari sektor primer ke sektor tersier. Walaupun demikian,
saya lihat juga di Kab. Trenggalek memiliki potensi yang menonjol di sektor
kelautan dan perikanan, pertambangan dan pariwisata. Selama kurun waktu 5
tahun, perekonomian Trenggalek tumbuh relatif stabil dan cukup kuat, namun
masih tetap berada di bawah Jatim.”Ungkapnya
Sementara
itu, Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah Trenggalek sekaligus membuka acara
tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa analisis belanja dan pendapatan
daerah publik ini sangat relevan dan penting untuk dijadikan sebagai referensi dalam
mendukung keberhasilan pembangunan di daerah, khususnya di Kabupaten
Trenggalek. Hasil kajian ini juga menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten
Trenggalek selalu meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan di
sektor pendidikan, memberi prioritas pada isu kesehatan ibu dan anak,
memberikan perhatian yang lebih besar kepada buruh tani, dan meingkatkan
keahlian Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri agar memiliki
yang lebih baik. Demikian juga, program pengurangan risiko bencana yang perlu
terus ditingkatkan mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Trenggalek berada
pada daerah rawan banjir dan tanah longsor.
Selain
itu, Sekda Trenggalek juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada tim peniliti dari fakultas ekonomi dan bisnis
Universitas Airlangga dan peneliti senior dari Universitas Hasanuddin – Bakti
Makasar yang telah bekerja keras untuk terwujudnya buku Kajian ini. Sekda
berharap buku Kajian ini dapat bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek
dan dapat menjadi sumbangsih pengetahuan bagi pemerintah daerah kabupaten lain,
para pemangku kepentingan di pusat dan daerah serta pemerhati keuangan dan
pembangunan daerah. Di masa yang akan datang, peran Kabupaten Trenggalek akan
menjadi lebih penting sebagai jalur penghubung Pulau Jawa dan Bali serta dapat
berkontribusi pada pengelolaan daerah dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”Imbuhnya