Agar petani tembakau
diperhatikan pemerintah Kamis, 27 maret 2014 bertempat di aula balai Desa Kedungsigit
menggelar sosialisasi petani tembakau dan pengukuhan APTI ( Asosiasi Petani Tembakau Indonesia ). Hadir
dalam acara ini Bupati Trenggalek Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT beserta Istri, Ketua APTI Jawa Timur, serta Muspika
Karangan.
Seperti diketahui 57% petani
tembakau terdapat di Jawa Timur yang tersebar di beberapa Kabupaten dan
Trenggalek merupakan Kabupaten penghasil tembakau paling rendah di bandingkan
dengan Jember dan Madura.
Seperti yang di sampaikan
Bupati Trenggalek dalam sambutannya bahwa luas lahan sawah di kabupaten
Trenggalek hanya 12,300 ha, sedangkan untuk tanaman tembakau seluas 150 ha
yang tersebar di lima kecamatan diantaranya Kecamatan Karangan, Suruh, Tugu,
Pogalan dan kecamatan Gandusari. “untuk selanjutnya diharapkan luas tanaman
tembakau dapat terus ditingkatkan dengan upaya perluasan areal tanaman tembakau
pada lahan sawah maupun lahan kering yang selama ini belum di kembangkan,”
terang Bupati.
Bupati juga menyadari jika
tantangan pengembangan tanaman tembakau di Kabupaten Trenggalek cukup besar dan
lahan sawah di Kabupaten Trenggalek tidak begitu luas dikarenakan sebagian besar lahan sawah digunakan petani untuk
menanam padi. Tetapi Bupati juga tidak akan tinggal diam, “ Saya selaku Pemimpin pemerintah Kabupaten Trenggalek siap menjadi fasilitator antara warga
dengan pihak perhutani untuk menyewa lahan perhutani yang kosong untuk ditanami
tembakau dengan perjanjian pinjam sewa,” tegas Bupati
Di akhir sambutannya Mulyadi
meminta setelah di kukuhkannya Asosiasi Petani Tembakau Indonesia ( APTI ) agar
nantinya dapat bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga hasilnya dapat dirasakan
oleh semua anggota petani tembakau di Kabupaten Trenggalek.