Masjid
penggunaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi pelaksanaannya juga sebagai
untuk pusat pendidikan dan sarana memakmurkan jamaaah sebagai upaya
membangun sumber daya jamaah yang islami karena masyarakat Indonesia tergolong masyarakat yang religius. Kemarin, diselenggarakan
acara Pembinaan Penyuluh Agama Islam dan Pengukuhan Pengurus Daerah Dewan
Masjid Indonesia (DMI) Kab. Trenggalek masa bhakti 2013-2018 yang bertempat di
Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kab. Trenggalek. Sebanyak 32 orang Pengurus
DMI se Kab. Trenggalek telah dikukuhkan oleh Drs. KH. Roziki MM Ketua DMI
Provinsi Jatim yang datang bersama jajaran pengurus wilayah. Pengukuhan
tersebut juga dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Para pimpinan DPRD Kab.
Trenggalek, Kepala Kemenag Trenggalek, Para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam
se Kab. Trenggalek.
Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT dalam arahannya menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan karena ini merupakan amanah yang berat yang harus diemban seiring kemajuan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan tradisi/budaya sebagaimana mutiara hikmah yang menyatakan bahwa “mempertahankan nilai/tradisi lama yang masih baik, dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik. Jadikan masjid sinar kemulyaan masjid terpancar kepada seluruh jamaaah agar Masjid yang ada di Kabupaten Trenggalek harus dijadikan benteng pengembangan ajaran islam yang harus dijaga dan dirawat bersama. Serta senantiasa menghidupkan kegiatan pendidikan agama Islam dan kegiatan pengembangan masyarakat, yang mengedepankan bobot dan efektivitas program dan kegiatan yang akan disususun.”Ungkapnya
Setelah
selesai pengukuhan Bupati menyempatkan diri untuk donor darah. Bupati juga mengajak
masyarakat dan anak – anak sekolah untuk gemar donor darah secara berkala
sesuai anjuran. "Untuk itu donor darah perlu disosialisasikan kepada
masyarakat anak – anak sekolah kurangnya minat donor darah di kalangan
masyarakat dan anak – anak sekolah sebab sebagian masih belum memahami manfaat
donor darah untuk kesehatan pendonor. Selain merasa takut dengan proses donor darah
yang menggunakan suntik.
"Padahal kalau sudah terbiasa, donor darah malah menjadi kebutuhan, selain untuk kesehatan pendonor juga dapat membantu pasien yang membutuhkan. Terlebih di RSUD Trenggalek, stok darah selalu menipis bahkan kerap kosong.”Ujarnya
"Padahal kalau sudah terbiasa, donor darah malah menjadi kebutuhan, selain untuk kesehatan pendonor juga dapat membantu pasien yang membutuhkan. Terlebih di RSUD Trenggalek, stok darah selalu menipis bahkan kerap kosong.”Ujarnya