Dalam
sambutannya Sekda mengucapkan terima kasih atas partisipasi segenap pejabat dan
peserta dalam mengikuti kegiatan apel PNS, bulan ini adalah bulan istimewa
karena bulan ini adalah bulan kelahiran Ibu Kita Kartini, atas perjuangannya para perempuan hampir bisa sejajar dengan laki – laki dalam hal
kesehatan, pendidikan dan peningkatan kesejahteraan meskipun masih ada
kesenjangan dalam berbagai hal. Demikian pula proses pemilu legislatif dengan
keterwakilan perempuan juga menunjukkan bahwa perempuan harus diperhitungkan
keterwakilannya di legislatif, tentunya masyarakat berharap tidak hanya dari
sisi jumlah (kuantitas) tapi juga memperhatikan dari sisi kemampuan (kualitas).
“ selain dari sisi kemampuan diharapkan para Pejabat dan PNS perempuan untuk
terus meningkatkan kualitasnya, meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan
formal maupun pendidikan pelatihan teknis ‘ harap Sekda.
Sekda
menambahkan bahwa kesetaraan dan keadilan gender sebagaimana visi yang tertuang
pada RPJMD belum bisa diterapkan secara optimal, karena salah satu indikatornya
belum dapat dipenuhi yaitu adanya perencanaan penganggaran yang responsif
gender (PPRG). Ada 4 (empat) faktor yang dikembangkan pada perencanaan penganggaran yang responsif
gender yaitu mempertimbangkan akses yang adil bagi perempuan dan laki – laki,
dikembangkan dan ditujukan untuk memberikan manfaat bagi
perempuan dan laki – laki, partisipasi keikutsertaan/suara
masyarakat terutama kelompok perempuan, kontrol (apakah kebijakan
program kegiatan pembangunan memberikan kontrol yang setara terhadap sumber
daya pembangunan bagi perempuan dan laki – laki).
Berdasarkan
laju pertumbuhan penduduk diprediksi pada tahun 2035 Indonesia menjadi negara
kelima dengan jumlah penduduk terbanyak didunia, hal ini akan menjadi beban
berat negara bila tidak dikelola dengan strategi yang tepat. Namun juga akan
menguntungkan apabila kita mampu memenuhi sekurang-kurangnya 3 (tiga) jenis
regulasi mendasar diantarannya, bidang pendidikan (wajib belajar diperpanjang
menjadi 12 tahun), bidang kesehatan ( nutrisi 1.000 hari pertama sejak
kelahiran), bidang ketenagakerjaan
(menggenjot industri padat karya, pertanian, industri kreatif serta
industri mikro kecil dan menengah untuk memampukan keluarga dalam pemberdayaan
ekonominya).
Sedangkan
untuk jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS kita harus memberikan
pemahaman kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi
kesehatan, karena ini akan sangat menguntungkan
dengan system tanggung renteng dalam pembiayaan pada menderita sakit,
pasien tidak usah bingung memikirkan biaya perawatan dan pengobatan.