Ir. Nurhadi
Setiyono M.Si Kepala Kantor Ketahanan Pangan sekaligus membuka kegiatan
tersebut dalam sambutannya menyampaikan tujuan sosialisasi ini adalah untuk
mempercepat tumbuhnya kesadaran masyarakat baik konsumen maupun produsen akan
pentingnya pangan yang aman dan bermutu, serta meningkatkan kemampuan pemasaran
produk pertanian di semua peluang pasar. Aspek mutu sektor pertanian perlu
diikuti dengan memantapkan standarrisasi pada semua lini kegiatan pertanian
dengan penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. Tiadanya sistem
jaminan mutu dan keamanan pangan khususnya untuk pangan segar di Indonesia
menyebabkan masyarakat secara membabi buta lebih memilih pangan segar impor,
karena diyakini produk impor lebih terjamin mutu dan keamanannya.
Selain itu, Kepala Kantor Ketahanan
Pangan juga mengajak kepada semua Para Kelompok P2KP agar selalu berhati-hati
dengan mengkonsumsi obat, makanan dan minuman. Mari kita mengkonsumsi makanan
beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan memanfaatkan pangan lokal
hasil bumi kita sendiri.”Ungkapnya
Sementara itu, Sri Handayani M.Kes
yang selaku nara sumber dari UNESA memberikan materi tentang “pentingnya keamanan pangan
dan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya, serta bahan tambahan pangan pada
produk pangan” yakni kondisi
keamanan pangan dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran
biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga
aman untuk dikonsumsi. Dalam
meningkatkan ketahanan pangan di era global, kita tidak bisa hanya bertumpu
pada beras. Program pangan yang selalu terkonsentrasi pada beras akan
menciptakan ketergantungan pada satu komoditi pangan pokok saja. Oleh karena
itu, diversifikasi dengan meningkatkan keberagaman ketersediaan pangan, perlu
selalu diupayakan. Kita juga perlu menyadarkan dan mengubah pola pikir
masyrakat bahwa makan bukanlah sekedar makan nasi dan asal kenyang, melainkan
harus ada keseimbangan gizi.