Hadir dalam acara tersebut Bupati Trenggalek , Jajaran Forkopimda , Bakorwil
Madiun, Bappeda Kabupaten tetangga,Muspika, LSM, aktifis
perempuan, Kades/Lurah beserta BPD.
Dalam
laporannya kepala Bappeda Trenggalek Joko Wasono, SH,MM mengungkapkan maksud dan tujuan musrenbang
kali ini untuk mewujudkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan
keterpaduan antara rancangan Renja SKPD Kabupaten Trenggalek dan Rancangan RKPD
Kabupaten Trenggalek Tahun 2015. Dan
Untuk mewujudkan tercapainya
sasaran prioritas pembangunan di Tahun 2015 yaitu Menyempurnakan Rancangan RKPD 2015 menjadi Rancangan Akhir RKPD 2015, Sinkronisasi dan penyempurnaan rancangan Renja SKPD 2015 menjadi rancangan akhir Renja SKPD 2015, Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan dan penganggaran mengacu RPJM serta Membahas program, kegiatan pokok dan pagu anggaran yang tertuang dalam Renja-SKPD 2015.
sasaran prioritas pembangunan di Tahun 2015 yaitu Menyempurnakan Rancangan RKPD 2015 menjadi Rancangan Akhir RKPD 2015, Sinkronisasi dan penyempurnaan rancangan Renja SKPD 2015 menjadi rancangan akhir Renja SKPD 2015, Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan dan penganggaran mengacu RPJM serta Membahas program, kegiatan pokok dan pagu anggaran yang tertuang dalam Renja-SKPD 2015.
Selain itu, hasil
yang diharapkan adalah bahan masukan Rancangan Akhir RKPD dan Daftar prioritas
kegiatan yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaannya dari APBD Kabupaten,
APBD Provinsi, APBN dan pendanaan lainnya.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya
mengatakan bahwa, “Musrenbang ini merupakan agenda tahunan di mana masyarakat
saling bertemu mendiskusikan masalah yang dihadapi dan memutuskan prioritas
pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian diusulkan
kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, untuk dikategorisasikan berdasar
urusan dan ditetapkan alokasi anggarannya ke dalam dokumen Rencana Kerja
Pembangunan Daerah (RKPD).
Berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sudah menunjukkan keberhasilan yang nyata yaitu pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2012 mencapai 6,62 %, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,46%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,08 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 73,66 atau naik 0,42, Indeks Kesehatan sebesar 78,37 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 78,12, Indeks Pendidikan sebesar 78,67 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 77,02 dan Indeks Kemampuan Daya Beli sebesar 65,19 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 64,84. Untuk Indeks Disparitas Wilayah dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan, kemudian dari Laju inflasi juga mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 6,45, tahun 2011 sebesar 6,35 dan tahun 2012 menjadi 6,25 dan PDRB Per Kapita mengalami peningkatan, tahun 2010 sebesar 4,533 juta rupiah , tahun 2011 sebesar 4,813 juta rupiah dan tahun 2012 sebesar 5,126 juta rupiah.”Kata Bupati
Berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sudah menunjukkan keberhasilan yang nyata yaitu pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2012 mencapai 6,62 %, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,46%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,08 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 73,66 atau naik 0,42, Indeks Kesehatan sebesar 78,37 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 78,12, Indeks Pendidikan sebesar 78,67 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 77,02 dan Indeks Kemampuan Daya Beli sebesar 65,19 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 64,84. Untuk Indeks Disparitas Wilayah dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan, kemudian dari Laju inflasi juga mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 6,45, tahun 2011 sebesar 6,35 dan tahun 2012 menjadi 6,25 dan PDRB Per Kapita mengalami peningkatan, tahun 2010 sebesar 4,533 juta rupiah , tahun 2011 sebesar 4,813 juta rupiah dan tahun 2012 sebesar 5,126 juta rupiah.”Kata Bupati
Sementara
itu, di bidang pendidikan dan kesehatan juga memiliki kinerja yang
menggembirakan serta capaian indikator pembangunan utama terus menunjukkan
perbaikan namun masih membutuhkan penanganan lebih serius.
Jumlah
penduduk miskin juga mengalami penurunan, tahun 2010 sebanyak 107.798 jiwa ,
tahun 2011 sebanyak 101.200 jiwa dan tahun 2012 sebanyak 96.000 jiwa dan Pendapatan
Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, untuk tahun 2013 sebesar 77,740 milyar dan target tahun 2014 sebesar
109,184 milyar.
Selain itu
dalam mendukung percepatan perekonomian daerah pembangunan Jalan Lintas Selatan secara bertahap dan
dapat digunakan sebagai pembuka aksesbilitas perekonomian dan mengurangi
disparitas diwilayah selatan serta untuk penanganan infrastruktur perdesaan
kita tetap mengalokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Infrastruktur. Untuk
tahun 2014 mengalokasi anggaran sebesar 15 milyar. Berdasarkan hasil evaluasi
sampai akhir tahun 2013, pelaksanaan dan hasil menunjukkan peningkatan dari
tahun sebelumnya. Swadaya masyarakat juga semakin baik, Untuk itu, insya Allah
untuk tahun 2015 anggaran diupayakan untuk ditingkatkan.