Perjalanan
panjang untuk merintis pembangunan (DAM) Bendungan Tugu yang sudah
dinanti-nantikan sejak lama oleh seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek pada
umumnya dan khususnya warga masyarakat Desa Nglinggis Kecamatan Tugu, nampaknya
mulai hari ini segera dapat direalisir. Untuk itu sangat diharapkan
dukungan penuh dan keterlibatan masyarakat setempat dalam ikut serta menjaga
kelangsungan keberadaan bendungan ini, apabila sudah terbangun Rabu, pada
tanggal 29 Januari 2014 terselenggaranya Groundbreaking ( Penggalian Tanah
Pertama Kaki Bangunan Bendungan Tugu Sebagai Awal dimulai Pembangunannya).
Pembangunan Bendungan Tugu yang berkapasitas besar di Kabupaten Trenggalek ini
secara resmi di mulai dengan ditandai penandatangan prasasti oleh Wakil Menteri
PU RI Dr. Ir. Hermanto Dardak M.Sc dan penggalian tanah pertama untuk kaki
bendungan. Groundbreaking yang berlangsung semarak dan sangat meriah ini telah
dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek beserta istri, Kepala Dinas PU
Pengairan Propinsi Jatim, Kepala BBWS Propinsi Jatim, Kepala Bakorwil Madiun, Anggota
Forkopimda Kabupaten Trenggalek, Pimpinan DPRD Kab. Trenggalek, Bupati
Kabupaten Tetangga (Tulungagung dan Ponorogo), Kepala SKPD Lingkup Pemkab
Trenggalek, Muspika, Kepala Desa dan masyarakat se Kecamatan Tugu.
Pada
kesempatan tersebut Bupati Trenggalek
Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten
Trenggalek adalah Kabupaten yang terletak di bagian selatan Propinsi Jatim
tepatnya sebelah barat daya Kota Surabaya dengan luas wilayah 1.261,40 Km2
dengan kondisi geografis lebih kurang 50% adalah pegunungan (hutan – perhutani),
30% dataran dan 20% lahan kritis, sehingga setiap tahun tidak terlepas dari
bencana alam, banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya. Sehingga dengan di
bangunnya Bendungan Tugu ini diharapkan akan menekan lebih kurang 50%
terjadinya bencana alam, sekaligus memperluas areal sawah yang ada selama ini.
Selain sebagai pengendalian bencana banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku (Baik
untuk irigasi maupun air bersih) juga akan memberikan manfaat bagi perkembangan
pariwisata, perikanan darat maupun pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
Disamping
itu pembangunan Bendungan Tugu ini, mengingat kondisi alam Trenggalek maka perlu
juga dibangun Bendungan Bagong yang memliki peranan yang sama pentingnya untuk
pengendalian banjir dan untuk peningkatan perekonomian serta kesejahteraan
masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon dengan hormat kepada
Menteri PU Republik Indonesia untuk mempertimbangkan dan mengabulkan
pembangunan Bendungan Bagong tersebut, yang saat ini telah disusun study
kelayakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan akan dilanjutkan dengan
penyusunan Detail Engineering Design
(DED).”Kata Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT
Bupati
juga mengaku sangat gembira megaproyek yang anggarannya dari Pemerintah Pusat
tersebut mulai dikerjakan, sehingga harapan besar yang selama ini diimpikan dan
dibutuhkan masyarakat bisa segera
terwujud, khususnya mencegah banjir dan meningkatkan pertanian dengan sistem
irigasi yang tertata baik. “Semoga pembangunan bendungan ini tidak menemui aral
rintangan hingga purna nanti.”Kata Bupati
Sementara
itu pada kesempatan yang sama Wakil
Menteri PU (Pekerjaan Umum) RI Dr. Ir. Hermanto Dardak M.Sc dalam sambutannya
menyampaikan pembangunan Bendungan Tugu memiliki berbagai manfaat bagi
masyarakat Trenggalek, yakni untuk memajukan berbagai aspek kehidupan seperti
meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mencegah berbagai bencana yang
mungkin terjadi. “Bendungan ini memiliki manfaat besar bagi Trenggalek secara
umum,” Jelasnya.
Khusus
untuk mencegah banjir yang sering menghantui masyarakat, pada beberapa tahun ke
depan hal tersebut bisa teratasi. Sedangkan pada musim kemarau bisa untuk
menyimpan cadangan air untuk bahan air minum baku. Tentunya semua mengharapkan
perubahan ke arah yang lebih baik,” Ungkapnya lebih lanjut