Pada kesempatan
tersebut Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan Perayaan tahun baru
Imlek dan cap go meh bukan hanya milik umat Konghucu dan masyarakat etnis
Tionghua tetapi telah menjadi pesta rakyat diseluruh penjuru Indonesia,
demikian juga di Kabupaten Trenggalek Ini menunjukkan bahwa bangsa kita benar –
benar menjunjung tinggi nilai kebersamaan yang meneguhkan semangat Bhineka
Tunggal Ika dan memberi ruang besar bagi masyarakat etnis Tionghua atau umat
Konghucu tanpa ada lagi sikap diskriminasi. Kenyataan ini patut kita syukuri
selain merupakan pengakuan penghargaan dan penghormatan kepada etnis Tionghua
dan umat Konghucu sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman
etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk juga menunjukkan makin kokohnya
kebersamaan kita sebagai bangsa yang multi kultural.
Selain itu, Bupati juga mengatakan melalui momentum tahun
baru imlek 2565 dan perayaan cap go meh ini merupakan momentum yang tepat untuk
melakukan refleksi, evaluasi, dan tranformasi diri menuju kebijakan,
kepekaan sosial dan kemuliaan. Kita juga dapat membangun kebersamaan menjalin
kesetiakawanan dan menumbuhkan kepedulian diantara sesama warga khususnya
di Kabupaten Trenggalek. Sebagai bangsa yang majemuk yang kaya akan keragaman
etnis, budaya, dan agama kita memerlukan ikatan persatuan yang kokoh untuk
dapat hidup rukun, damai dan penuh toleransi.”Ungkapnya