Hasil Uji laboraturium yang dilakukan Dinas Peternakan
Kabupaten Trenggalek dengan mengirim sampel unggas ( burung puyuh ) ke
laboraturium Dinas Peternakan Provinsi
Jawa Timur di Malang pada hari Senin 10/2/14 diketahui bahwa burung puyuh milik Wawan yang berada
di desa Pakis tersebut dinyatakan positif terkena virus flu burung atau virus
H5N1. Guna mengantisipasi penyebaran virus flu burung agar tidak meluas Dinas
Peternakan Kabupaten Trenggalek lakukan pemusnahan ternak dan penyemprotan
sekitar kandang dengan disinfektan dan formalin.
Perlu diketahui bahwa dalam beberapa hari terkahir ribuan
burung puyuh ditemukan mati mendadak tanpa diketahui penyebabnya, akibat dari
kejadian tersebut peternak mengalami kerugian.
Dinas Peternakan segera bertindak mengirimkan sampel unggas (burung
Puyuh) untuk diujikan ke laboratorium Malang dan akhirnya diketahui karena
Virus flu burung. Virus yang dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui
makanan, minuman, dan sentuhan ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Pada manusia, virus flu burung dengan
cepat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan bahkan berdampak pada kematian. Oleh karena itu perlu diadakan pencegahan penyebaran
virus agar tidak meluas ke daerah lain.
Mengetahui hal ini Kepala Dinas Peternakan bersama Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)
Budi Satriawan langsung bertindak mengatasi dan mengantisipasi penyebaran virus
flu burung agar tidak meluas dan menyebar ke daerah lain. Pada hari ini Selasa 11/2/14 Dinas Peternakan
Kabupaten Trenggalek di bantu perangkat desa dan peternak di desa Pakis melakukan
tindakan antara lain dengan penyemprotan kandang dan pemusnahan ternak.
“kandang ternak yang terkena virus di depopulasi atau dilaksanakan pemusnahan
dan dilakukan penyemprotan disinfektan pada radius kurang lebih 200 meter. “Sedangkan
untuk pencegahan akan dilakukan vaksinansi terhadap ternak yang tidak terkena virus” ungkap Budi kepada wartawan Humas.