Putusnya jembatan bungur telah
mengundang rasa keprihatinan pemerintah Trenggalek. Dengan perjuangan yang
keras selama tiga tahun akhirnya jembatan yang memiliki panjang 50 meter dan
lebar 7 jumat 27 Desember 2013 di resmikan oleh Bupati Trenggalek Dr.Ir
Mulyadi, WR.MMT dan sudah bisa di gunakan untuk memperlancar akses jalan
masyarakat munjungan.
Seperti diketahui
pemkab Trenggalek menggelontorkan dana sebesar 6.7 milyar untuk menyelesaikan
jembatan ini. Sementara itu bupati Trenggalek dalam sambutannya meminta kepada warga munjungan untuk bersama
sama menjaga dan merawat bangunan jembatan bungur. “jangan mengambil atau
mengeruk pasir yang berada di samping jembatan karena bisa menyebabkan erosi
dan tiang pancang jembatan tidak bisa berdiri kuat”, ungkap bupati di hadapan
warga dan muspika kecamatan munjungan .
Seusai meresmikan jembatan
bupati bersama Kepala Dinas Kesehatan Sugito Teguh meninjau puskesmas munjungan
. Di situ bupati menyempatkan diri untuk berbincang dengan seluruh pegawai
puskesmas. Disampaikan jika kecamatan munjungan memiliki akses yang sangat
sulit jika akan merujuk pasiennnya menuju ke rumah sakit oleh karena itu bupati berharap
agar tahun depan puskesmas ini bisa memiliki dokter spesialis kandungan, juga bisa memiliki
alat yang lengkap untuk persalinan, sehingga pasien tidak perlu di rujuk ke
rumah sakit Dr. Soedomo mengingat jarak tempuh yang dan mempertimbangkan keselamatan pasien.
Lebih lanjut mengakhiri kunjungannya Bupati menyempatkan melaksanakan
sholat jumat di masjid at taqwa yang berada di bantaran kali munjungan dan merupakan
masjid yang sempat terkena dampak bencana banjir. Untuk mengamankannya dan
mengantisipasi melebarnya arah air yang menggerus bangunan masjid pemerintah kabupaten Trenggalek melalui Dinas
PU dan Binamarga memasang bronjong di sepanjang bantaran kali yang melewati belakang masjid tersebut .