Satu
Suro, adalah sebagai awal bulan pertama Tahun Baru Jawa, bertepatan dengan 1
Muharam tahun 1435 Hijriyah. Kalender jawa pertama kali diterbitkan oleh Raja Mataram Sultan Agung
Hanyokrokusumo 1940 tahun yang lalu, mengacu penanggalan Hijriyah (Islam). Di
sejumlah daerah di Pulau Jawa, termasuk di Kabupaten Trenggalek, masyarakat
Jawa masih tetap dijalani dengan laku atau lampah bathin dan prihatin. Salah
satunya ritual yang digelar Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Sumberingin
Kecamatan Karangan pada Senin, 4 November 2013. Ritual selalu digelar tiap
tahunnya untuk mengenang Maheso Suro yang dipercaya telah mendatangkan
kemakmuran warga. Tampak hadir pada malam itu antara lain Bupati Trenggalek Dr.
Ir. H. Mulyadi WR.MMT Beserta istri, Kepala
Kesbangpolinmas dan Camat Karangan serta warga masyarakat Desa Sumberingin.
Peringatan
1 Muharam (malam satu suro) ini dimeriahkan dengan suguhan wayang kulit semalam
suntuk oleh Ki Dalang Hadi Sutikno dari Pule, dengan mengambil lakon Semar
Mbangun Jiwo.
Bupati
dalam sambutan menyampaikan menyambut baik atas diselenggarakannya acara Malam
Satu Suro. Menurutnya, peringatan semacam itu perlu dalam rangka untuk
mengevaluasi dan merenung apa yang telah dan akan kita lakukan. “Disamping itu
acara Satu Suro ini merupakan wujud kebhinekaan. Sehingga saya harap Paguyuban
ini bisa secara bersama-sama pemerintah dan masyarakat untuk saling mengisi,
memperkuat dan saling bersinergi dalam rangka membangun Kabupaten Trenggalek
yang lebih baik dan lebih sejahtera,” ujarnya.
“Pagelaran yang mengambil cerita ‘Semar Mbangun Jiwo’ ini
diselenggarakan guna melestarikan tradisi peringatan 1 Muharam serta
meningkatkan nilai-nilai luhur yang terkandung semangat peringatan 1
Muharam dalam rangka membangun jati diri masyarakat Kabupaten Trenggalek
terutama nilai-nilai yang dimiliki oleh tokoh Punakawan Semar serta meminta doa
restu dan bantuan dari segenap warga masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk
dapat mengemban amanah sehingga dapat membawa Kabupaten Trenggalek yang lebih
baik." Tutur Bupati
Pada
kesempatan itu Ny. Penny Mulyadi selaku ketua Yayasan Lembaga Sosial Kemanusiaan “Srikandi Peduli” memberikan bantuan kursi roda secara
simbolis kepada warga desa Sumberingin yaitu Bapak Sukaji dan Ibu Wagimen.