Masalah kependudukan sekarang ini sangat kompleks
dan perlu
penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.
hal ini sangat beralasan karena penduduk memiliki nilai strategis
dalam berbagai hal pembangunan, dan penduduk merupakan modal dasar
bagi pembangunan.
Untuk menangani permaslahan tersebut Rabu, 20 November 2013 bertempat di gedung Bhawarasa diselenggarakan Pengukuhan pengurus
koalisi untuk kependudukan dan pembangunan Kabupaten Trenggalek periode 2013 –
2016.Pengukuhan ke 42 pengurus oleh Bupati Trenggalek disaksikan Kabid pengendalian
penduduk BKKBN Jatim, Sekretaris koalisi kependudukan Jatim.
Kepengurusan badan pengurus koalisi yang di
lantik nantinya akan menjadi mitra pemerintah dalam upaya
meningkatkan kualitas penduduk, memperkuat koordinasi dan keterpaduan
berbagai kegiatan kependudukan di kabupaten trenggalek.
Sementara itu dalam sambutan bupati Trenggalek disampaikan
bahwa program
kependudukan dan keluarga berencana merupakan program yang strategis
bagi investasi pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat menuju
pembangunan millennium 2015 mendatang. Karena kependudukan merupakan momentum
untuk mengevaluasi
sekaligus menetapkan langkah-langkah konkrit yang harus
dilakukan sehingga mampu menekan angka
fertilitas (kemampuan untuk memberikan keturunan ) penduduk.
Diakui berbagai persoalan diantaranya laju pertumbuhan penduduk
yang tidak
mampu diantisipasi bisa menyebabkan hilangnya predikat lumbung
beras akibat beralihnya fungsi pertanian menjadi pemukiman warga, lapangan pekerjaan menjadi sempit
sehingga angka pengangguran meningkat yang kemudian terkikisnya tatanan
kehidupan sosial masyarakat
dan masalah krusial lainnya, bisa terjadi jika masalah kependudukan ini
tidak diatur dengan baik.