Sudah menjadi
adat dan tradisi bagi sebagian desa di seluruh wilayah Kabupaten
Trenggalek melaksanakan tasyakuran sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang
Maha Pencipta. Bersih Desa ini sudah menjadi salah satu adat yang sudah
turun temurun di setiap tahunnya. Dan kali ini di Desa Ngadirenggo Kecamatan
Pogalan pada hari Jum’at, 27 September 2013.
Bersih Desa
ini dihadiri Wakil Bupati Trenggalek Kholiq SH. M.Si , Muspika Pogalan,Kepala desa se Kecamatan Pogalan. Acara yang dilaksanakan di Balai Desa Ngadirenggo
ini diramaikan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “
SEMAR MBANGUN KAYANGAN “ dalang ki Basuki Singo Wijoyo dari desa Duren
Kecamatan Tugu.
Pada
kesempatan tersebut, Ketua panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan dalam
pagelaran wayang kulit ini disamping sebagai upaya nguri-uri budaya
tradisional juga sangat bermanfaat dalam mempererat tali silaturahmi,
kekeluargaan dan kebersamaan diantara warga masyarakat Ngadirenggo.
Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek
dalam sambutannya antara lain mengatakan tradisi bersih desa ini sudah selayaknya untuk tetap
dipertahankan. Hal ini merupakan wujud budi daya masyarakat yang patut dihargai
dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadikan desa aman,
tentram, sejahtera serta “Gemah Ripah Lohjinawi”. Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan
selalu mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kearifan lokal. Kearifan lokal
merupakan salah satu cara mempertahankan karakter dan jati diri bangsa. Serta pewayangan
merupakan satu ikon seni budaya yang mesti di pertahankan, pasalnya, apa yang
disampaikan dalam lakon pewayangan memiliki kandungan filosofi yang cukup
tinggi.
Menurut Wakil Bupati bersih Desa
memiliki niat dan pelajaran hidup yang luar biasa, bukan sekedar menata hati untuk
kegiatan yang bersifat maknawi saja tetapi lebih dari sekedar bersifat batin
yang tertuju kepada upaya pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.