Pembangunan
perekonomian di Kabupaten Trenggalek tidak terlepas dari potensi sektor pertanian,
sehingga pemberdayaan pertanian tidak hanya menjadi issu dan wacana saja. Bahwa
memang sasaran pembagunan perekonomian pertanian menitik beratkan kepada
Peningkatan ketahanan pangan, serta berkurangnya ketergantungan terhadap pangan
impor. Selain itu juga bagaimana nilai tambah dan daya saing komoditas
pertanian hingga nantinya ada keragaman pengolahan produk pertanian untuk
ekspor dan meningkatknya surplus perdagangan komoditas pertanian, yang pada
akhirnya mensejahterakan petani dan mengurangi kemiskinan. Jum’at 04 Oktober
2013 diselenggarakan acara Hari Lapang Tani Pengembangan Agribisnis di Desa
Ngentrong Kecamatan Karangan yang dihadiri oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir.
H. Mulyadi WR.MMT beserta istri dan
para pengurus TP PKK Kab. Trenggalek, Kepala Bapelluh Kab. Trenggalek, Camat
Karangan, Kades Ngentrong serta para kelompok tani se Kecamatan Karangan.
Salah satu
implementasi kegiatan pengawalan penyuluhan tersebut adalah Temu Hari Lapang
Petani (Farmers Field Day) dengan pengembangan agribisnis. Hari Temu Lapangan
(FFD) adalah pertemuan antara para petani dengan peneliti dan penyuluh untuk
saling tukar-menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti
dan umpan balik dari petani.
Pada
kesempatan tersebut, Ny. Penny Mulyadi dalam paparannya menyampaikan penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem
pembangunan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam
pembangunan sumberdaya manusia pertanian, khususnya pemberdayaan masyarakat
tani yang berada di sentra produksi.
Melalui kegiatan penyuluhan dikembangkan kemampuan dan kemandirian
petani dan keluarganya selaku pelaku utama, agar mampu mengelola usaha taninya
secara produktif, efektif dan efisien sehingga mempunyai daya saing tinggi yang
dicirikan dengan meningkatnya produktivitas, mutu dan efisiensi usaha.
Sementara
itu, Bupati Trenggalek dalam sambutannya mengatakan pembangunan pertanian
dimulai dari dari kegiatan Pra Tanam persiapan lahan, persiapan sarana produksi
hingga kegiatan setelah panen yaitu pengolahan hasil dan pemasaran, dalam semua
proses itu Pemerintah telah memfasilitasi dengan berbagai kegiatan baik berupa
sarana prasarana, hingga modal, semua kegiatan dan proses tersebut memerlukan
kesiapan, kemampuan dan ketrampilan petani agar kegiatan tersebut dapat
dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan akhir kegiatan tersebut dapat dicapai.
Disinilah proses penyuluhan merupakan proses pendidikan bagi petani dan
keluarganya, agar petani bertambah pengetahuannya, meningkat ketrampilannya dan
berubah sikapnya kearah yang positif, sehingga mampu mengelolah setiap usaha
taninya dengan tertib administrasi, kemampuan manajerial dan prisip-prinsip
kewirausahaan.
Selain itu,
Bupati juga berbangga karena penerapan teknologi produksi, ternyata para petani
yang tergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani, juga mampu
menerapkan prisip-prinsip organisasi dan manajemen yang baik, sehingga bantuan
modal yang diterima oleh semua Gapoktan di Kecamatan Karangan ini semuannya
berjalan baik, tidak ada satupun yang disalahgunakan, dan semua modal tersebut
kini telah bertambah terus. Untuk itu para Gapoktan harus terus belajar dan
memanfaatkan peluang usaha sehingga pertumbuhan modal tersebut dapat semakin
cepat, dan usaha yang dilaksanakan semakin banyak.