laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

1 Oktober 2013

Larung Sembonyo Di Pantai Prigi



Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, sebagai salah satu aset wisata di Kabupaten Trenggalek, selain menyajikan pemandangan alam yang menawan juga terdapat event tahunan yang perlu untuk disaksikan. Masyarakat Prigi menamakan upacara adat ini sebagai Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo Upacara ini merupakan budaya daerah yang diwariskan secara turun temurun dan biasanya digelar pada hari pasaran Kliwon bulan Sela dalam  tahun Jawa dan pada tahun ini bertepatan dengan Sabtu Kliwon, 28 September 2013 .

Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo  merupakan penghormatan kepada leluhur yang telah berhasil membuka kawasan Pantai Prigi. Menurut cerita rakyat, tokoh yang berhasil membuka atau babad Kawasan Prigi adalah Raden Tumenggung Yudhanegara,  salah seorang prajurit dari Kerajaan Mataram. Kawasan Prigi waktu dulu merupakan kawasan yang sangat angker sehingga tidak ada orang yang berani tinggal di kawasan tersebut. Raden Tumenggung Yudhanegara akhirnya berhasil membuka kawasan Prigi setelah bersedia menikah dengan Putri Gambar Inten,  putri dari penguasa gaib  wilayah tersebut. Perkawinan itu dimeriahkan dengan kesenian tayub.  Karena itu dalam Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo juga digelar kesenian tayub dan menampilkan miniatur pengantin pada rangkaian Sembonyo untuk mengenang peristiwa perkawinan Tumenggung Yudhanegara dengan Putri Gambar Inten.

Rangkaian Upacara diawali dengan kirab tumpeng  agung yang  dan miniatur  tempat pelaminan beserta pengantinnya lengkap dengan uba rampenya. Arak-arakan kirab diikuti oleh para sesepuh beserta rombongan kesenian tradisional. Selain itu, kirab ini juga diikuti oleh Bupati Trenggalek beserta istri Ny.Penny Mulyadi, Wakil Bupati beserta Istri serta SKPD, Camat Watulimo dan seluruh perangkat Desa watulimo.

Dalam laporannya, Kepala Desa Tasikmadu,  H. Riyono  menyampaikan bahwa selain mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, ada empat poin tujuan diadakannya Upacara Adat Labuh Laut ini yaitu untuk melestarikan budaya yang telah turun temurun berlangsung di Pantai Prigi, kedua sebagai ajang silaturohmi warga masyarakat sekitar antara penduduk pantai prigi dengan warga dari luar kota, ketiga untuk menjaga agar warisan nenek moyang ini tidak tergerus oleh budaya modern yang sekarang ini terus berkembang di dalam kehidupan sehari – hari, dan yang ke empat yaitu untuk mempromosikan kawasan wisata pantai prigi agar lebih di kenal oleh masyarakat jawa timur khususnya dan warga seluruh Indonesia pada umumnya.

Bupati Trenggalek Dr.Ir. Mulyadi WR,MMT dalam sambutannya antara lain mengatakan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan kegiatan tersebut ,momentum ini harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan daya tarik wisata utamanya pantai prigi,sehingga para wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung ke daerah ini. Wisata merupakan unggulan Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan PAD,oleh sebab itu untuk masa mendatang harus kita kemas sedemikian rupa sehingga lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan tahun ini.

Usai sambutan Bupati, upacara  diteruskan dengan  pergelaran  kesenian  tayub  secara simbolis dengan melantunkan secara singkat  enam belas gending.Diteruskan dengan selamatan, setelah itu dilanjutkan dengan ritual  Larung  Tumpeng Agung dan Sembonyo ke laut lepas.Sebelumnya Bupati Trenggalek beserta Istri dan anggota Forpimda menabur bunga ke laut sebagai tanda prosesi labuh laut di mulai dan tumpeng siap di arak ke tengah laut. [tim humas]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video