Pantai Prigi Kecamatan
Watulimo, sebagai salah satu aset wisata di Kabupaten Trenggalek, selain
menyajikan pemandangan alam yang menawan juga terdapat event tahunan yang perlu
untuk disaksikan. Masyarakat Prigi menamakan upacara adat ini sebagai Upacara Adat
Labuh Laut Larung Sembonyo Upacara ini merupakan budaya daerah yang diwariskan
secara turun temurun dan biasanya digelar pada hari pasaran Kliwon bulan Sela
dalam tahun Jawa dan pada tahun ini bertepatan dengan Sabtu Kliwon, 28
September 2013 .
Upacara Adat Labuh Laut
Larung Sembonyo merupakan penghormatan kepada leluhur yang telah berhasil
membuka kawasan Pantai Prigi. Menurut cerita rakyat, tokoh yang berhasil
membuka atau babad Kawasan Prigi adalah Raden Tumenggung Yudhanegara,
salah seorang prajurit dari Kerajaan Mataram. Kawasan Prigi waktu dulu merupakan
kawasan yang sangat angker sehingga tidak ada orang yang berani tinggal di
kawasan tersebut. Raden Tumenggung Yudhanegara akhirnya berhasil membuka
kawasan Prigi setelah bersedia menikah dengan Putri Gambar Inten, putri
dari penguasa gaib wilayah tersebut. Perkawinan itu dimeriahkan dengan
kesenian tayub. Karena itu dalam Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo
juga digelar kesenian tayub dan menampilkan miniatur pengantin pada rangkaian
Sembonyo untuk mengenang peristiwa perkawinan Tumenggung Yudhanegara dengan
Putri Gambar Inten.
Rangkaian
Upacara diawali dengan kirab tumpeng agung yang dan miniatur
tempat pelaminan beserta pengantinnya lengkap dengan uba rampenya. Arak-arakan
kirab diikuti oleh para sesepuh beserta rombongan kesenian tradisional. Selain
itu, kirab ini juga diikuti oleh Bupati Trenggalek beserta istri Ny.Penny
Mulyadi, Wakil Bupati beserta Istri serta SKPD, Camat Watulimo dan seluruh
perangkat Desa watulimo.
Dalam
laporannya, Kepala Desa Tasikmadu, H.
Riyono menyampaikan bahwa selain
mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, ada empat poin
tujuan diadakannya Upacara Adat Labuh Laut ini yaitu untuk melestarikan budaya
yang telah turun temurun berlangsung di Pantai Prigi, kedua sebagai ajang
silaturohmi warga masyarakat sekitar antara penduduk pantai prigi dengan warga
dari luar kota, ketiga untuk menjaga agar warisan nenek moyang ini tidak
tergerus oleh budaya modern yang sekarang ini terus berkembang di dalam
kehidupan sehari – hari, dan yang ke empat yaitu untuk mempromosikan kawasan
wisata pantai prigi agar lebih di kenal oleh masyarakat jawa timur khususnya
dan warga seluruh Indonesia pada umumnya.
Bupati Trenggalek Dr.Ir. Mulyadi WR,MMT dalam sambutannya
antara lain mengatakan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan kegiatan tersebut ,momentum ini harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan daya tarik wisata utamanya pantai prigi,sehingga para wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung ke daerah ini. Wisata merupakan unggulan Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan PAD,oleh sebab itu untuk masa mendatang harus kita kemas sedemikian rupa sehingga lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan tahun ini.
Usai sambutan Bupati,
upacara diteruskan dengan pergelaran kesenian
tayub secara simbolis dengan melantunkan secara singkat enam belas
gending.Diteruskan dengan selamatan, setelah itu dilanjutkan dengan
ritual Larung Tumpeng Agung dan Sembonyo ke laut lepas.Sebelumnya
Bupati Trenggalek beserta Istri dan anggota Forpimda menabur bunga ke laut
sebagai tanda prosesi labuh laut di mulai dan tumpeng siap di arak ke tengah
laut. [tim humas]