Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia sekaligus membuka acara tersebut dalam
sambutannya mengatakan Program Generasi Berencana (Genre) atau Goes to School
ini dipandang cocok dengan kondisi saat ini, yaitu permasalahan seputar
seksualitas, HIV AIDS, rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan
media usia kawin pertama perempuan yang relatif masih rendah.
"Peran BPPKBN Kabupaten Trenggalek
dalam mengkampanyekan pencegahan penularan penyakit mematikan melalui program-program ini dapat membantu
remaja dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang ada dalam kehidupannya,
serta membantu remaja dapat melalui lima transisi kehidupan dengan lebih baik.,"
katanya.
Dihari kedua Ny. Penny Mulyadi memberikan materi tentang "Bahaya Penderita HIV AIDS" sementara itu, secara terpisah Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Trenggalek Suparman Skm M.Mkes menyampaikan bahwa sampai sekarang belum ada obatnya serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari virus HIV penyebab penyakit yang mematikan itu. Namun yang perlu diketahui bersama bahwa penularan penyakit ini tidak semudah seperti penyakit flu atau batuk. Kalau HIV AIDS tidak akan menular apabila hanya dengan medium udara, bersalaman, berciuman pipi atau bersenggolan. Karena, HIV AIDS yang berada di dalam tubuh seseorang tidak punya kemampuan menularkan virus ke individu lain, terkecuali virus HIV yang berada pada darah, sperma dan cairan vagina dengan penularan melalui hubungan seksual dengan penderita HIV,mengkonsumsi ASI seorang penderita AIDS,transfusi darah dari penderita HIV AIDS,menggunakan jarum suntik /tindik/tatto yang sebelummnya dipakai oleh penderita HIV AIDS. Jadi penularan HIV tidak semudah hanya berjabat tangan. "Jelasnya