laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

17 September 2013

STKIP PGRI Trenggalek Luluskan 201 Wisudawan



Momen aktifitas, mengenyam pendidikan adalah akhir dari pengakuan pendidikan  namun awal dari sebuah pengabdian serta memulai kembali penerapan ilmu yang sudah diperoleh khususnya di dunia pendidikan, Pendidikan karakter dan cara meningkatkan peran dalam bermasyarakat dengan pergeseran kurikulum dan penambahan keterampilan serta karakter sesuai kebutuhan masyarakat dengan bekal akademik serta berkomunikasi yang baik, inovasi, dan tehnik mengajar yang diterapkan dalam mengabdikan dirinya nanti diharapkan dapat mengembangkan pendidikan di Trenggalek. Sebanyak 201 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI 
 Trenggalek, Minggu 15 September 2013 merayakan keberhasilan menyelesaikan studinya. Bertempat di halaman Kampus STKIP  Trenggalek ini, Rapat Terbuka Senat STKIP PGRI Trenggalek dalam rangka Wisuda ke-XXXII Sarjana Strata I dibuka langsung oleh Ketua STKIP, Yudi Setiyono, SH. MH.


Dengan mengenakan pakaian dan toga wisuda serta didampingi  orang tua ataupun wali masing-masing, kebahagiaan tampak di raut wajah para wisudawan dan wisudawati ketika diiring memasuki tempat wisuda. Proses wisuda juga terasa lebih spesial karena disaksikan langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek. Selain itu, Ketua PGRI Jawa Timur, Drs. Ichwanto Sumadi, MM. juga turut menyaksikan acara ini.

Dalam sambutannya, Yudi Setiyono, SH. MH. menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini, STKIP PGRI Trenggalek sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) meluluskan mahasiswa dari 2 jurusan/program studi (prodi). Yakni sebanyak 42 wisudawan dari Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta sebanyak 159 wisudawan dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “Dengan wisuda ini, berarti sejak berdiri pada tahun 1985 sampai sekarang STKIP PGRI Trenggalek telah berhasil meluluskan sejumlah 6.479 alumni tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, baik pada jenjang Strata 1 maupun Diploma III. Hal ini sekaligus merupakan bukti bahwa STKIP PGRI Trenggalek dari waktu ke waktu senantiasa tetap eksis, konsisten dan selalu berperan aktif dalam mencetak tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas, berkompeten dan profesional”,tuturnya.

Ketua STKIP Trenggalek, Yudi Setiyono, SH. MH  juga berpesan kepada para alumni untuk tidak menjadikan wisuda hanya sebagai seremoni belaka. Tetapi hendaknya dijadikan moment penting yang menandai batas antara tahapan kehidupan di kampus dengan status mahasiswa dan tahapan kehidupan pengamalan ilmu di dunia kerja dan masyarakat dengan status alumni yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Selain itu, para alumni diharapkan juga selalu menjunjung nama baik almamater STKIP PGRI Trenggalek serta dapat menjadi tauladan bagi masyarakat yang ada sekitarnya.


Pada kesempatan ini Bupati Trenggalek menyampaikan sambutannya sekaligus orasi ilmiah yang mengambil tema “Pendidik Maju, Pendidikan Maju”. Mengutip dari tulisan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara guru yang baik harus mampu berbuat ”Ing Ngarso Sung Tulodho. Ing Madyo Mangun Karso. Tut Wuri Handayani. “Di depan seorang pendidik harus memberi tauladan atau contoh tindakan yang baik. Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan,kata Bupati.

Oleh karena itu, guru bukan hanya sekedar memberikan sesuatu tapi juga mencontohkan sesuatu mencontohkan sesuatu yang baik, tetapi tidak sedikit guru guru yang hanya menjadi tenaga pengajar bukan hanya tenaga pendidik. Mereka berbicara di kelas dengan memberikan ini dan itu. Menyuruh ini dan menyuruh itu. Padahal, sebagai pendidik seorang guru harus mampu menciptakan prakarsa dan ide-ide yang cemerlang.


Di samping itu, Bupati juga berpesan agar seorang sarjana pendidikan harus memiliki peran penting dalam membawa kemajuan di tengah tengah masyarakat. Selama berstatus mahasiswa, sarjana ditempa dengan beragam kegiatan akademik. Tujuannya, agar potensi yang bersemayam dalam pribadi tiap tiap sarjana terasah dengan baik dan para wisudawan harus lebih percaya diri dalam mengejar peluang karir di bidang pendidikan. “Jangan takut dan ragu ketika peluang ada di depan mata. Sarjana pendidikan tidak hanya menjadi guru, karena semua bidang pekerjaan membutuhkan SDM yang berkualitas dan  guru bisa menjadi pioneer dalam berbagai bidang.”ungkap Bupati.


Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video