Momen aktifitas, mengenyam pendidikan adalah
akhir dari pengakuan pendidikan namun awal dari sebuah pengabdian serta
memulai kembali penerapan ilmu yang sudah diperoleh khususnya di dunia
pendidikan, Pendidikan karakter dan cara meningkatkan peran dalam bermasyarakat
dengan pergeseran kurikulum dan penambahan keterampilan serta karakter sesuai
kebutuhan masyarakat dengan bekal akademik serta berkomunikasi yang baik,
inovasi, dan tehnik mengajar yang diterapkan dalam mengabdikan dirinya nanti
diharapkan dapat mengembangkan pendidikan di Trenggalek. Sebanyak 201 mahasiswa Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI
Trenggalek, Minggu 15 September 2013 merayakan keberhasilan menyelesaikan studinya. Bertempat di halaman Kampus STKIP Trenggalek ini, Rapat Terbuka Senat STKIP PGRI Trenggalek dalam rangka Wisuda ke-XXXII Sarjana Strata I dibuka langsung oleh Ketua STKIP, Yudi Setiyono, SH. MH.
Trenggalek, Minggu 15 September 2013 merayakan keberhasilan menyelesaikan studinya. Bertempat di halaman Kampus STKIP Trenggalek ini, Rapat Terbuka Senat STKIP PGRI Trenggalek dalam rangka Wisuda ke-XXXII Sarjana Strata I dibuka langsung oleh Ketua STKIP, Yudi Setiyono, SH. MH.
Dengan mengenakan pakaian dan toga
wisuda serta didampingi orang tua ataupun wali masing-masing,
kebahagiaan tampak di raut wajah para wisudawan dan wisudawati ketika diiring
memasuki tempat wisuda. Proses wisuda juga terasa lebih spesial karena
disaksikan langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT beserta
jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek. Selain itu, Ketua PGRI Jawa Timur,
Drs. Ichwanto Sumadi, MM. juga turut menyaksikan acara ini.
Dalam sambutannya, Yudi Setiyono, SH.
MH. menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini, STKIP PGRI Trenggalek sebagai
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) meluluskan mahasiswa dari 2
jurusan/program studi (prodi). Yakni sebanyak 42 wisudawan dari Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, serta sebanyak 159 wisudawan dari Jurusan Pendidikan Bahasa
dan Seni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “Dengan wisuda ini,
berarti sejak berdiri pada tahun 1985 sampai sekarang STKIP PGRI Trenggalek
telah berhasil meluluskan sejumlah 6.479 alumni tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan, baik pada jenjang Strata 1 maupun Diploma III. Hal ini sekaligus
merupakan bukti bahwa STKIP PGRI Trenggalek dari waktu ke waktu senantiasa
tetap eksis, konsisten dan selalu berperan aktif dalam mencetak tenaga pendidik
dan kependidikan yang berkualitas, berkompeten dan profesional”,tuturnya.
Ketua STKIP Trenggalek, Yudi Setiyono,
SH. MH juga
berpesan kepada para alumni untuk tidak menjadikan wisuda hanya sebagai
seremoni belaka. Tetapi hendaknya dijadikan moment penting yang menandai
batas antara tahapan kehidupan di kampus dengan status mahasiswa dan tahapan
kehidupan pengamalan ilmu di dunia kerja dan masyarakat dengan status alumni
yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Selain itu, para alumni diharapkan
juga selalu menjunjung nama baik almamater STKIP PGRI Trenggalek serta dapat
menjadi tauladan bagi masyarakat yang ada sekitarnya.
Pada kesempatan ini Bupati Trenggalek
menyampaikan sambutannya sekaligus orasi ilmiah yang mengambil tema “Pendidik
Maju, Pendidikan Maju”. Mengutip dari tulisan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar
Dewantara guru yang baik harus mampu berbuat ”Ing Ngarso Sung Tulodho. Ing
Madyo Mangun Karso. Tut Wuri Handayani. “Di depan seorang pendidik harus
memberi tauladan atau contoh tindakan yang baik. Di tengah atau di antara
murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang seorang guru harus
memberikan dorongan dan arahan,kata Bupati.
Oleh karena itu, guru bukan hanya
sekedar memberikan sesuatu tapi juga mencontohkan sesuatu mencontohkan sesuatu
yang baik, tetapi tidak sedikit guru guru yang hanya menjadi tenaga pengajar
bukan hanya tenaga pendidik. Mereka berbicara di kelas dengan memberikan ini
dan itu. Menyuruh ini dan menyuruh itu. Padahal, sebagai pendidik seorang guru
harus mampu menciptakan prakarsa dan ide-ide yang cemerlang.
Di samping itu, Bupati juga berpesan agar seorang
sarjana pendidikan harus memiliki peran penting dalam membawa kemajuan di
tengah tengah masyarakat. Selama berstatus mahasiswa,
sarjana ditempa dengan beragam kegiatan akademik. Tujuannya, agar
potensi yang bersemayam dalam pribadi tiap tiap sarjana terasah
dengan baik dan
para wisudawan harus lebih percaya diri dalam mengejar peluang karir di bidang
pendidikan. “Jangan takut dan ragu ketika peluang ada di depan mata. Sarjana
pendidikan tidak hanya menjadi guru, karena semua bidang pekerjaan membutuhkan
SDM yang berkualitas dan guru bisa
menjadi pioneer dalam berbagai bidang.”ungkap Bupati.