Sebanyak
129 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan para Camat lingkup Pemkab
Trenggalek ikut ambil bagian dalam lomba desain baju di manekin (Patung) dari
bahan batik (Dreeping) dan lomba memasang jilbab pada Minggu, 22 September 2013
bertempat di Pendopo “Manggala Praja Nugraha”. Dreeping sendiri, merupakan cara
membuat busana atau gaun pada patung manekin tanpa menggunakan jahitan. Dalam
lomba desain baju di manekin dari bahan batik ini dengan ada dua kreteria kategori
yaitu kategori gaun casual dan gaun pesta. Mereka yang biasanya berkutat dengan
rutinitas yang dibutik tampil sangat semangat untuk mengikuti lomba ini. Sementara
lomba desain tersebut, para peserta diminta membuat busana di manekin (Patung) dari
kain Batik khas Trenggalek tanpa menggunakan jahitan.
Dalam lomba memakai jilbab dengan mengenakan busana yang modern, para peserta ini juga memperagakan busana yang mereka kenakan diatas catwalk layaknya model profesional. Meskipun banyak yang masih tampak kikuk, tetapi tidak sedikit yang tampil dengan percaya diri.
Dalam lomba memakai jilbab dengan mengenakan busana yang modern, para peserta ini juga memperagakan busana yang mereka kenakan diatas catwalk layaknya model profesional. Meskipun banyak yang masih tampak kikuk, tetapi tidak sedikit yang tampil dengan percaya diri.
Dalam
Sambutannya Ketua Seksi Kewanitaan, Ny. Penny Mulyadi menuturkan bahwa tujuan
diadakannya kegiatan ini selain ingin menggugah hati masyarakat dalam
mendesaian baju di manekin dari bahan batik khas Trenggalek dengan tema juga
diharapkan bisa mendidik para peserta untuk cinta produk dalam negeri. “Karena dengan mencintai produk
dalam negeri maka diharapkan
mampu melestarikan
budaya sendiri serta berbusana muslim yang menutup rapat seluruh aurat,
tidak berarti tak bisa tampil menarik. Karena dengan paduan busana yang tepat
dan kepandaian menata busana, kita dapat memiliki citra personal yang memenuhi
tuntunan agama Islam namun tetap berwibawa, anggun dan indah. lanjut istri orang nomor satu di
Trenggalek ini.
Bupati Trenggalek Dr.Ir. H. Mulyadi WR,MMT dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini, karena kegiatan ini rutin setiap tahun diadaakan hendaknya menjadi kegiatan yang mempunyai nilai tambah bagi pengembangan batik Trenggalek salah satu sumber pendapatan tambahan masyarakat. Setelah kegiatan ini dilaksanakan hendaknya batik Trenggalek bisa terkenal yang pada akhirnya dapat dijadikan sebagai peningkatan daya saing daerah. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pimpinan SKPD dan elemen. masyarakat untuk membudayakan Batik Trenggalek.