Kekhawatiran krisis pangan akhir
– akhir ini menghantui sebagian besar negara – negara di dunia termasuk Indonesia,
untuk mengatasi hal tersebut ketahanan pangan mutlak diperkuat. Perlu diketahui
bahwa kondisi lahan pertanian termasuk persawahan sangat mengkhawatirkan karena
terus dikonversi atau beralih fungsi manjadi non pertanian seperti permukiman, perkantoran,
perdagangan, industri dan jalan. Guna
mengurangi dampak krisis pangan terutama di Kabupaten Trenggalek, Kantor Ketahanan
Pangan Kabupaten Trenggalek berupaya untuk mencegah krisis pangan dengan mengadakan
kegiatan Worshop Pengembangan Ketersediaan Pangan Berbasis Non Beras. Kegiatan dilaksanakan
pada hari Rabu 18 September 2013 bertempat di Aula Rumah Makan Mekar Sari, acara ini di hadiri Sekretaris Daerah Drs. Ali Mustofa
M.Si, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Trenggalek, Nara sumber dari Universitas
Jember, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa se Kabupaten
Trenggalek.
Sekretaris Daerah dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan dengan membangun lumbung pangan ini dimaksudkan untuk mengawal ketahanan pangan dan mencegah kerentanan dan kerawawanan pangan di berbagai daerah. Selain itu pembudidayaan serta pengolahan tanaman non beras harus lebih dioptimalkan. Pembudidayaan tanaman pangan masih terkonsentrasi pada beberapa komoditas strategis seperti beras, kedelai, jagung, dan komoditas umbi – umbian sering dianaktirikan. Saat ini konsumsi gandum terus meningkat sehingga harus mengimpor. Dengan kondisi demikian pemerintah harus kembali memperhatikan berbagai potensi pangan, selain itu pemerintah harus melakukan perubahan paradigma pembangunan pertanian dari orientasi produksi ke orientasi petani.
Lebih lanjut dikatakan bahwa di Trenggalek kaya sekali dengan beragam jenis umbi-umbian namnun sayangnya masih dikenal dan dimanfaatkan sebagian kecil masyarakat, padahal umbi – umbian bisa dijadikan sumber pangan alternatif, sehingga dapat menjaga ketersediaan pangan di daerah.
Pada akhir sambutanya Sekda
mengharapkan mudah - mudahan dengan kegiatan ini dapat menggali potensi komoditas pangan lokal seperti umbi-umbian sebagai pangan alternatif, Tim Penggerak PKK dan Kelompok Tani
dapat menjadi motivator di desa masing – masing dan masyarakat dapat mengenal
bahwa pangan pokok tidak hanya beras akan tetapi masih banyak komoditas pangan
lokal non beras.