laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

27 Agustus 2013

Penutupan Event Festival Turonggo Yakso 2013



Proses pelestarian budaya asli daerah Kabupaten Trenggalek oleh Pemerintah terus digalakkan. Seperti tidak ingin kesenian asli daerahnya diklaim oleh daerah lain, pada  23 hingga 26 Agustus 2013 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 819 diselenggarakan Festival Turonggo Yakso. Setelah 4 hari berlaga yang diikuti oleh beberapa seniman yang tergabung dalam sanggar dan perkumpulan Turonggo Yakso, pada Senin 26 Agustus 2013 malam, festival ini ditutup secara resmi sekaligus pengumuman para pemenang.
Kesenian Jaranan Turongo Yakso sendiri adalah kesenian jaranan asli dari Kabupaten Trenggalek. Dalam penampilannya, Turonggo Yakso berbadan kuda dan berkepala raksasa. Seni tarian Turonggo Yakso ini memadukan gerakan yang dinamis, energik, dan sangat disakralkan dalam memainkannya serta mempunyai keindahan seni dan kekuatan tersendiri.

Dalam sambutan tertulis Bupati Trenggalek yang dibacakan oleh Sigit Agus Hari Basuki SH M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan upaya pelestarian dan pengembangan Seni Budaya Kabupaten Trenggalek dapat menumbuh kembangkan Pencitraan Karakter bangsa yang Ramah, berbudaya, bermartabat dan menjunjung tinggi derajat kemanusiaan.
Bupati berpandangan bahwa hal ini merupakan bentuk aktualisasi dan upaya untuk peningkatan dari waktu ke waktu dan pengakuan secara formal untuk mendapatkan hak paten dari kesenian Turonggo Yakso sehingga tidak sampai diklaim oleh daerah lain bahkan negara lain. Event Festival, perlombaan hendaknya kita gunakan untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi yang Konstruktif  bukan sebaliknya, bukan sekedar  dilaksanakan dan diikuti. Maka dari itu tuntutan kwalitas baik Penyelengaraan, sajian kemasan pergelaran, harus memiliki dan memenuhi Standar tertentu yang harus kita capai.

Menurut Bupati, dengan keikutsertaan para seniman maka akan didapatkan hal yang positif, inspirasi serta nilai tambah di masa yang akan datang. Khusus kepada yang berhasil mendapat predikat terbaik Bupati mengucapkan selamat serta terima kasih dan yang belum berhasil Bupati berpesan untuk terus berupaya untuk menjadi yang terbaik.
Dengan berakhirnya sambutan tertulis Bupati Trenggalek, maka festival Turonggoyakso ditutup secara resmi dengan ditandai pemukulan bedug oleh Sigit Agus Hari Basuki SH M.Si.
Setelah melalui penjurian oleh para juri yang terdiri dari Bambang Wibisono, S.Sn, Bimo Wijayanto, serta Sutiyono, S.Pd menetapkan  5 terbaik dari kesenian turangga yakso, 3 terbaik Non Turangga Yaksa, 1 terbaik penata tari dan 1 terbaik dari penata iringan.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video