Salah
satu tradisi yang unik yang tetap bertahan dan bahkan berkembang di
Kabupaten Trenggalek adalah Hari Raya Kupatan (Kupatan). Tradisi ini
dilaksanakan 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai pertanda telah
dilaksanakannya Puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh ditambah dengan puasa
sunnah 6 hari pada Bulan Syawal. Lebaran Ketupat Tahun ini jatuh pada hari
Kamis,15 Agustus 2013. Dinamakan hari raya ketupat, karena sajian utama di
tiap-tiap rumah pada hari raya ini adalah ketupat. Dalam bahasa jawa kupat dapat
diartikan dengan ngaku lepat yang artinya mengakui kekhilafan, kesalahan
atau kekeliruan.
Kupatan
ini dulunya sangat populer di Kecamatan Durenan saja . akan tetapi sekarang
sudah mulai di adakan di daerah-daerah lain di Trenggalek. Kelurahan Kelutan yang
mempunyai inisiatif untuk menggelar
acara lebaran kupat.Lebaran Ketupat kali ini sudah yang ke lima kalinya di
adakan di kelurahan Kelutan. Seperti di ketahui setiap lebaran kupatan jalan
raya Durenan selalu macet karena semua warga Trenggalek tertuju kesana. Oleh
sebab itu diadakannya lebaran kupat di Kelutan ini bertujuan agar konsentrasi
warga terpecah sehingga semua tidak berkumpul di Durenan saja.
Dilaporkan oleh Lurah Kelutan, Bangun SN,. bahwa Gebyar ketupat kali ini di
selenggarakan di banyak titik. juga disiapkan sejumlah hiburan untuk
masyarakat, diantaranya dengan
menghadirkan kesenian- kesenian , drum band dan reog Ponorogo. Diharapkan dengan event ini dapat tercipta hiburan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan
masyarakat, pelestarian budaya serta wisata religi”,tuturnya. Selain itu,
diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui terbukannya pasar
kaget/dadakan karena ramainya pengunjung yang menyaksikan Gebyar Ketupat. “Oleh
karena itu, besar harapan dari masyarakat Kelurahan Kelutan untuk dapatnya
Pemkab Trenggalek mengagendakan event ini sebagai kegiatan rutin tiap
tahunnya”, harap Lurah Kelutan.
Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. didampingi Ny. Penny Mulyadi, Plt Ketua DPRD, Dandim 0806,Wakil Kapolres Trenggalek Kepala Kejaksaan ,SKPD turut menyemarakkan Hari Raya Ketupat yang di selenggarakan di kelurahan Kelutan juga di Kecamatan Durenan.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek sangat
mengapresiasi acara Gebyar Ketupat yang merupakan hasil swadaya dari masyarakat
ini. “Luar biasa bagi masyarakat Kelutan”, ungkapnya. Acara ini menurut Bupati
patut untuk dilestarikan dan diagendakan setiap tahunnya. “Pemkab Trenggalek
siap untuk memfasilitasi”,lanjut Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengharapkan
perekonomian di Kabupaten Trenggalek semakin maju, tidak hanya terpusat di
sekitaran Alon-alon dan Pendopo saja. Untuk mewujudkan hal ini, Bupati telah
merencanakan untuk membuka Pasar Tugu (Sabtu dan Minggu) di halaman luar
Stadion Kelutan. “Ibu-ibu penjual cenil, tempe, bakso silahkan nanti berjualan
di muka ruko stadion”, kata Bupati. Diharapkan dengan dibukanya Pasar Tugu ini
dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat. Di akhir sambutannya, Bupati
berpesan kepada peserta kirab untuk selalu berhati-hati dan menjaga ketertiban
lalu lintas. “Saya harap semua peserta dapat menjaga keselamatan diri sendiri
dan orang lain”,pungkas Bupati.