Setelah bersaing dengan 960 Puskesmas di seluruh
Jawa Timur, akhirnya Puskesmas Karangan mampu menjadi 5 Puskesmas terbaik se
Jawa Timur. Berhasil melalui tahapan seleksi administratif, maka pada Rabu, 27
Juni 2013 Puskesmas Karangan menghadapi penilaian lapangan oleh tim Juri dari
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Camat Karangan serta Kepala Puskesmas
Karangan.
Dalam sambutannya , dr.Sugito Teguh Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Trenggalek mengucapkan selamat datang kepada rombongan juri
dan menyatakan perasaan bangganya atas masuknya Puskesmas Karangan menjadi 5
besar Puskesmas teladan di Jawa Timur. Kepada
para juri , dr.Sugito Teguh berharap semoga proses penilaiannya berjalan dengan
lancar “ bisa dinilai sebaik-baiknya.” ungkapnya.
Sementara itu, Tim penilai dr.Herlin mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan salah satu reward
yang diberikan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur kepada Puskesmas yang menjadi
contoh di wilayah Jawa Timur untuk dipilih yang terbaik yang kemudian akan
mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional. “Dari 960 Puskesmas yang
mengirimkan proposal dipilih 5 Puskesmas terbaik yang salah satunya Puskesmas
Karangan ini. “ ujarnya.
Masih menurut dr.Herlin, Puskesmas
memegang peranan yang penting untuk meningkatkan derajat kesehatan. Oleh
karenanya, Puskesmas harus
direvitalisasi karena merupakan ujung tombak dan gerbang untuk menjaga
kesehatan masyarakat.
Untuk meningkatkan gairah kerja dan
meningkatnya kualitas Puskesmas, menurut dr.Herlin setidaknya setiap tahun
harus diberi reward kepada staf kesehatan di Puskesmas.
Kepada seluruh jajaran Puskesmas Karangan
, dr.Herlin berharap ilmu yang didapatkan dan segala kelebihan yang dimiliki
harus ditularkan kepada Puskesmas lainnya .
Dalam kesempatan ini tim juri akan
menilai Puskesmas Karangan dari berbagai aspek. Diantaranya bagaimana
Puskesmas membangun wawasan kesehatan di lingkungan Puskesmas serta lingkungannya.
Selanjutnya, bagaimana penanganan gizi untuk masyarakat yang dilakukan
Puskesmas. Point selanjutnya yang akan dinilai adalah bagaimana Puskesmas mampu
menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dan berperilaku sehat. Yang tak kalah
pentingnya, bagaimana Puskesmas mampu menangani penyakit menular maupun tidak
menular juga menjadi nilai tambah. Aspek selanjutnya yaitu keprofesionalan,
penangan kesehatan ibu dan anak serta manajemen serta SDM Puskesmas.