Pengurus Dewan Pimpinan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Trenggalek masa khidmat 2013 – 2018
pada tanggal 5 Juni 2013 telah dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan di “Pendopo
Manggala Praja Nugraha Kab. Trenggalek“ oleh
Kh. Abdusshomad Buchori ( Selaku Ketua MUI Provinsi Jawa Timur ) dan
acara ini bertepatan dengan Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW dan dihadiri oleh Bupati beserta Wakil Bupati , Anggota Forpimda,Ketua MUI Provinsi Jawa Timur beserta rombongan, Ketua dan Anggota komisi IV DPRD Kab. Trenggalek,
Kepala SKPD dan Bagian Lingkup Pemkab. Trenggalek, Para CPNS dan Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kabupaten Trenggalek masa khidmat 2013 – 2018.
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Trenggalek memiliki 6 komisi dan mempunyai tugas dan fungsi yang akan
diemban sesuai dengan visi dan misi dari MUI Trenggalek agar kedepan MUI lebih
perhatian kemungkinan adanya aliran sesat di Kabupaten Trenggalek, fatwa MUI
akan sangat berpengaruh terhadap berkembangnya aliran sesat tersebut.
Pada kesempatan tersebut
Bupati Trenggalek menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MUI yang
baru dikukuhkan dan hendaknya tidak terlalu membanggakan diri serta mau
membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dengan tetap menjaga kearifan
lokal, karena ini merupakan amanat berat yang harus diemban seiring dengan
berbagai tantangan akibat kemajuan zaman, demi kemajuan organisasi dan
kemaslahatan umat.Dalam peringatan isro mi’roj
dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini terkandung
berbagai macam hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan sehari – hari antara
lain : Belajar menjadi pendengar yang baik, tidak pernah menyerah, menghormati
orang tua dan adanya beberapa tahapan atau fase dalam perintah
sholat lima waktu dari Allah SAW yang maha tinggi kepada makhluk yang memiliki
derajat tertinggi dan dalam ibadah sholat sudah ditentukan arah kiblat yang
sama, sehingga orang islam harus menguasai ilmu geografi, aljabar, dan
aritmatika. Sedangkan untuk membangun tempat ibadah memerlukan teknokrat.
Berbagai persyaratan ilmu pengetahuan tersebut akan bisa dikuasai apabila kita
mau dan mampu membumikan hikmah isro mi’roj yang diawali dari diri kita masing
– masing, melalui tilawah/membaca, mengkaji berbagai ilmu pengetahuan yang
berkaitan dengan fenomena alam dan teknologi, sosiologi, sejarah dan
antropologi dengan tanpa meninggalkan perhatian terhadap perkembangan
lingkungan alam dan sosial kita masing – masing, serta tetap menjaga kerukunan,
persatuan dan kesatuan.
Selanjutnya hikmah isro' mi'roj disampaikan oleh Almukarrom Kh. Abdusshomad Buchori dari Surabaya.