Pondok
pesantren merupakan salah satu pilar pencetak calon – calon ahli agama,
dalam upaya menciptakan lulusan yang
siap terjun ke masyarakat dengan tetap mempertahankan prinsip hidup sederhana,
tawadu’ dan kebersamaan, santri harus memiliki ilmu keislaman yang utuh dan
berkualitas serta dapat mengamalkannya. Kemarin Jum’at 21 Juni 2013 di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Desa Jatiprahu
Kecamatan Karangan diselenggarakan acara Haflah Akhirissanah dan Taktiman Alfiyyah
Ibni Malik. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Asisten I, Anggota
Muspika Kecamatan Karangan.
Dalam
sambutannya Bupati Trenggalek mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan
institusi pendidikan islam tertua di indonesia yang sangat fungsional meskipun
masih dikelola dengan manajemen tradisional, tetapi dapat dinilai paling tahan
terhadap segala tantangan zaman. Meski dengan pengelolaan yang sederhana
Pesantren diharapkan mampu menjadi sarana memobilitas sumber daya manusia dalam
membentengi berbagai budaya yang kurang baik serta tetap menjunjung tinggi dan
melestarikan nilai-nilai moral, adat ketimuran dan perilaku luhur.
Dengan
diselenggarakanya Haflah ini Bupati mengucapkan selamat kepada para santri yang
baru menyelesaikan pelajaran di pondok
pesantren ini. diharapkan untuk tidak merasa puas belajar sampai
disini, bahkan tertantang untuk lebih giat belajar, sehingga dapat menyesuaikan
diri dan tidak terombang – ambing dengan berbagai macam perubahan dan kemajuan
zaman. Hal ini selaras dengan perintah agama islam untuk
belajar seumur hidup, dengan tetap berperilaku baik, disiplin sesuai dengan
aturan – aturan hukum dan norma – norma yang berlaku, serta dapat berinteraksi
sosial di masyarakat dengan baik bahkan menjadi sosok yang mampu menjadi
pelopor dan tauladan masyarakat dalam kehidupan sehari –hari “ujarnya.