Melalui Workshop ini diharapkan para Seniman Jaranan Turonggo Yakso
semakin rajin membenahi dan menyempurnakan garapannya, sehingga lahirlah kreasi
baru baik dalam bentuk pakaiannya maupun tariannya dan penambahan peralatan
musik agar lebih hidup dan mendapat tempat di hati
masyarakat.
Pada kesempatan
tersebut Kepala Disparipora dalam laporannya mengatakan peserta kegiatan ini sejumlah 13 kabupaten dan kota tetangga masing-masing 1 orang seniman tari dan 1 orang seniman karawitan serta 23 grup jaranan yang ada di kabupaten Trenggalek. Kegiatan sebagai upaya
pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan Kesenian Tradisional Jaranan agar
eksistensinya tidak termakan jaman dan memberikan fasilitas kepada para seniman
untuk meningkatkan apresiasi, kompetensi, semangat agar mampu memiliki
kapasitas daya saing serta memilki nilai jual secara ekonomis. “ ujarnya
Asisten Administrasi Umum Drs.Mu'id MM yang sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan pola kerjasama yang mulai kita bangun
kali ini, janganlah berhenti sampai disini, tetapi mari kita kembangkan lebih
lanjut yang lebih baik dan terjadi hubungan simbiosis mutualisme diantara para
seniman dan pemerintah daerah, sehingga saling memberikan dukungan yang
positif dan konstruktif atas program di suatu Kabupaten/Kota, sehingga akan
lebih bermakna dan bermanfaat. Dan juga mampu memberikan kontribusi
meningkatnya kesejahteraan seniman secara khusus dan secara makro maupun
berkontribusi untuk mensejahterakan rakyat banyak. Pemerintah cukup memberikan
stimulant berupa kegiatan atau event, dan disana pasti terjadi aktifitas mobilisasi
perekonomian bagi masyarakat.
Lebih lanjut diharapkan agar kegiatan ini dapat memfasilitasi para seniman dalam
mengekpresikan getar jiwa seninya, sehingga memilki semangat untuk meningkatkan
kompetensi seni, yang pada akhirnya seniman dan seniman tradisi mampu berdaya
saing dalam percaturan usaha industri kreatif berbasis seni budaya dan memilki
nilai ekonomis yang memadahi serta tidak termakan oleh jaman.