Bertempat di pendopo
Manggala Praja Nugraha tanggal 20 Mei 2013 dilaksanakan Pembukaan Pendidikan
dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 466 Tahun 2013 yang dilaksanakan
di eks. Kantor Diklat Kabupaten Trenggalek dimulai tanggal 20 Mei S/d
25 Juni 2013. Acara ini dihadiri Plt.
Sekda Kab. Trenggalek, Asisten Administrasi Umum, Kepala Bidang Diklat Provinsi Jawa Timur,
Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek, Camat se Kab. Trenggalek .
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta dapat meningkatkan
kemampuan manajemen stratejik dan pemberdayaan yang ditandai dengan
kemampuan dalam menjabarkan visi, misi dan program organisasi ke dalam kegiatan
unit organisasinya dan memimpin pelaksanaannya serta mampu mensinergikan
kualitas karakter kepemimpinan dan kemampuan manajemen stratejik, manajerial
pemberdayaan secara padu dalam merumuskan dan menetapkan kegiatan unit
organisasi yang sasarannya kegiatan tersebut adalah Pejabat Struktural Eselon
IV yang memenuhi standar kompetensi jabatannya.
Kepala Bidang Diklat Provinsi Jawa Timur M.Suluh.SH,M.Si dalam arahannya
menyampaikan untuk mewujudkan Good Governance diperlukan strategi dalam penataan
birokrasi, yang mempertimbangkan bukan saja keseluruhan kondisi internal
birokrasi tetapi juga permasalahan dan tantangan stratejik yang dihadapi dalam
lingkungannya. Sehubungan dengan hal tersebut, pembinaan sumberdaya aparatur
perlu mengacu pada standar kompetensi, dengan kinerja yang profesional, taat
hukum, inovatif, memilki integritas yang tinggi serta menjunjung etika dalam
memberikan pelayanan masyarakat.
Plt. Sekda Kab. Trenggalek Drs.Ali Mustofa M.Si dalam sambutannya mengatakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan saat ini adalah dalam rangka peningkatan profesionalisme Sumber Daya Manusia aparatur Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Adapun tema Diklatpim tingkat IV Angkatan 466 ini adalah Penguatan Etika dan integritas Aparatur Guna Mendukung Terwujudnya Aparatur yang Profesional Dalam Pelaksanaan Tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi yaitu menciptakan birokrasi pemerintah yang professional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bebas dan bersih korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu melayani public, netral, sejaterah, berdedikasi dan memegang teguh nilai – nilai dasar dan kode etik aparatur Negara. Oleh karena itu diharapkan setelah mengikuti diklat ini para peserta akan memilki peningkatan kompetensi sehingga mampu untuk melaksanakan tugas sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat secara professional. Hal ini tidak mudah kita wujudkan tanpa ada kemauan keras dari para peserta diklat untuk merubah paradigma diri dari paradigma negatif menjadi paradigma positif. Peningkatan kompetensi yang diharapkan tidak hanya meningkat kemampuan dan ketrampilan saja, tapi yang lebih penting lagi adalah perubahan sikap prilaku yang ditunjukkan dengan peningkatan sikap kerja dari peserta diklat dilingkungan kerja masing – masing.
Plt. Sekda Kab. Trenggalek Drs.Ali Mustofa M.Si dalam sambutannya mengatakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan saat ini adalah dalam rangka peningkatan profesionalisme Sumber Daya Manusia aparatur Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Adapun tema Diklatpim tingkat IV Angkatan 466 ini adalah Penguatan Etika dan integritas Aparatur Guna Mendukung Terwujudnya Aparatur yang Profesional Dalam Pelaksanaan Tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi yaitu menciptakan birokrasi pemerintah yang professional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bebas dan bersih korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu melayani public, netral, sejaterah, berdedikasi dan memegang teguh nilai – nilai dasar dan kode etik aparatur Negara. Oleh karena itu diharapkan setelah mengikuti diklat ini para peserta akan memilki peningkatan kompetensi sehingga mampu untuk melaksanakan tugas sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat secara professional. Hal ini tidak mudah kita wujudkan tanpa ada kemauan keras dari para peserta diklat untuk merubah paradigma diri dari paradigma negatif menjadi paradigma positif. Peningkatan kompetensi yang diharapkan tidak hanya meningkat kemampuan dan ketrampilan saja, tapi yang lebih penting lagi adalah perubahan sikap prilaku yang ditunjukkan dengan peningkatan sikap kerja dari peserta diklat dilingkungan kerja masing – masing.