Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-105 , diselenggarakan
pada
tanggal 20 Mei 2013 di Alon –
Alon Trenggalek .
Bupati
Trenggalek
Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT bertindak selaku Inspektur Upacara, nampak hadir Dandim 0806, Kapolres, Forpimda, Kepala SKPD, Veteran Kab. Trenggalek, pimpinan DPRD Trenggalek, dan peserta
upacara.
Dalam amanatnya Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT yang membacakan
sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, memperingati hari Kebangkitan Nasional dengan memahami sejarah
maka hal ini akan menanamkan etos perjuangan bagi generasi berikutnya untuk
menjadi bangsa maju, modern, adil dan sejahtera. Melalui peringatan Harkitnas
ini marilah kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers untuk diambil teladan
bagi generasi muda, pejuang yang tanpa pamrih penuh pengorbanan kesabaran
dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah
berhasil mebangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa dengan
mengedepankan dialog yang konstruktif untuk pemecahan persoalan bangsa yang
dihadapi kala itu, mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada kebangkitan
nasional 20 Mei 1928 berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober
1928 yang akhirnya berubah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945,
nilai-nilai harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan
persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan
semangat kedaerahan. Perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar:
satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
Momentum Harkitnas ini harus mampu melecut kembali
nilai-nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan
menggelorakan bangsa dan cinta tanah air.
Kita semua berharap
agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan
kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih. Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas
mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi
lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kegiatan dilanjutkan tabur bunga nasional
di Taman Makam Pahlawan Trenggalek.