Peringatan
Hari Pendidikan Nasional, yang dirangkai dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-17,
yang jatuh pada tanggal 25 April 2013, dilaksanakan pada hari Kamis 2 Mei 2013 di Alon – alon Trenggalek.
Bertindak sebagai Inspektur upacara Bupati Trenggalek
Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. Hadir dalam peringatan hari
Pendidikan Nasional dan hari Otonomi Daerah, Jajaran Forpimda, Pimpinan
DPRD, Kepala SKPD, Ketua Tim Penggerak PKK, dan Tamu Undangan lain. Peringatan
Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-17 diawali dengan
penyerahan penghargaan oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT kepada
Guru dan siswa berprestasi dari SMA/SMK di Trenggalek.
Dalam Sambutannya Bupati Trenggalek menyampaikan bahwa dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada 3 (tiga)
penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya, yaitu kemiskinan,
ketidaktahuan dan keterbelakangan beradaban. Cara mengatasi 3
(tiga) penyakit sosial tersebut adalah dengan pendidikan. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema "Meningkatkan
Kualitas dan Akses Berkeadilan". Akses pendidikan dipengaruhi oleh
ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan dari sisi pembiayaan, untuk itu pemerintah terus berupaya menyiapkan ketersediaan satuan
pendidikan yang layak di semua daerah tanpa terkecuali. Sedangkan dari sisi
keterjangkauan pembiayaan, pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Dasar dan Menengah, Bantuan Operasional
Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan
Beasiswa. Mengingat peranan pendidikan sangat
strategis sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua
pecinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka Posko Anti Drop Out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun
pelajaran nanti. Kita ingin
memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah. Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan,
insya Allah mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk
jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak
diterapkan di semua kelas di setiap
jenjang, tetapi hanya di kelas 1
(satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP serta
kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK.
Terbatas diartikan
bahwa jumlah sekolah yang
melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.
Lebih lanjut dikatakan bahwa otonomi daerah pada dasarnya mempunyai dua tujuan utama, yaitu memposisikan
Pemerintahan Daerah sebagai instrumen pendidikan politik di tingkat lokal dan
mengisyaratkan Pemerintahan Daerah harus mampu mengakselerasi laju pembangunan
dan perumusan kebijakan daerah dengan memperhatikan potensi daerah
masing-masing guna meningkatkan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan
daya saing daerah secara nyata.
"Dengan Otonomi Daerah
Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah Menuju Untuk Percepatan Kesejahteraan
Masyarakat", adalah tema peringatan Hari Otonomi daerah ke-17. Dengan tema tersebut Bupati Trenggalek mengajak seluruh aparatur
dan elemen masyarakat untuk terus menerus secara tekun, penuh semangat dan
berkesinambungan mencapai tujuan otonomi daerah. Kita harus makin mampu untuk
memanfaatkan berbagai kesempatan dan menjawab tantangan dengan program-program
pembangunan yang tepat, cerdas dan efektif. Mari kita tingkatkan upaya
dan keikhlasan kita dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat serta
merefleksikan kembali makna otonomi daerah sebagai spirit untuk melakukan yang
terbaik bagi negeri ini, kata Bupati mangakhiri
sambutannya.
