Jembatan gantung adalah jembatan yang berfungsi
sebagai pemikul langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan tersebut,
terdiri dari lantai jembatan, gelagar pengaku, batang penggantung, kabel
pemikul dan pagar pengaman. Seluruh beban lalu lintas dan gaya-gaya yang
bekerja dipikul oleh sepasang kabel pemikul yang menumpu di atas 2 pasang
menara dan 2 pasang blok angkur. Pada hari Minggu 7 April 2013 bertempat di
Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Wakil Bupati Trenggalek Kholiq, SH, M.Si secara
resmi meresmikan Jembatan Gantung “ Gunung Kebo “ Terwujudnya pembangunan
jembatan gantung ini merupakan kerjasama berbagai pihak antara lain Tim Tony
Ruttiman, Perusahaan pipa Argentina, dan
serta swadaya masyarakat Desa Pogalan
dan Desa Sambirejo. Jembatan gantung “ Gunung Kebo “ yang mempunyai panjang 60 meter
dan Lebar 160 cm ini nantinya diharapkan
dapat memperlancar roda perekonomian karena selama ini untuk mencapai Desa Pogalan
Kecamatan Pogalan dan dari Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek maupun sebaliknya harus memutar sejauh 2 km
tetapi setelah adanya jembatan gantung nantinya untuk mencapai kedua desa
tersebut cukup memakan waktu 5 menit. Dalam acara ini di hadiri Wakil Bupati
Trenggalek beserta istri, Kapolsek Pogalan, Kepala Bapemas, Camat Pogalan, Kades
Pogalan, seluruh kelompok tani dan seluruh kelompok desa.
Wakil Bupati Trenggalek dalam sambutannya berharap dengan adanya jembatan
gantung bisa bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya masyarakat Desa Pogalan
dan Desa Sambirejo. Selain itu bisa membantu masyarakat dari berbagai sektor
baik sektor ekonomi, transportasi maupun pendidikan sehingga perekonomian bisa
lebih maju dan transportasi lebih lancar. Wakil Bupati juga meminta kepada
masyarakat sekitar untuk bahu membahu memelihara jembatan agar tidak cepat
rusak sehingga bisa terus digunakan. Dalam kesempatan tersebut juga diadakan
pagelaran Jaranan Turonggo Yakso.