Dalam sambutannya Kholiq SH, M.Si Wakil Bupati Trenggalek mengatakan atas nama pribadi dan atas nama pemerintah serta masyarakat Trenggalek menyampaikan rasa bangga dan terima kasih serta penghargaan yang setinggi - tingginya kepada semua pihak, baik panitia maupun peserta dari seluruh tanah air. Menurut Wakil Bupati, pusaka adalah peninggalan karya agung kebudayaan yang patut kita hargai dan kita banggakan sebagai upaya pelestarian adat budaya masyarakat, sebagai wujud kebanggaan, sekaligus upaya angleluri budaya sebagai manifestasi karakter agar tidak terdegradasi oleh budaya asing. Upaya menghargai dan membanggakan hasil karya budaya bangsa tempo dulu, patut kita tanamkan kepada setiap warga bangsa. Misalnya dengan pameran seperti yang kita saksikan hari ini, tetapi kita tidak boleh terlena, dan hanya terbuai oleh kebanggaan membanggakan karya budaya tempo dulu yang bernilai tinggi saja,kata Kholiq. Tetapi kitapun harus berani mempelajari dan berupaya keras untuk mampu berbuat lebih di era sekarang ,katanya. Lebih lanjutdikatakan bahwa seperti pada pameran pusaka kali ini telah ada karya anak bangsa yang patut kita hargai dan banggakan, yaitu adanya Empu yang telah membuat Keris yang diberi nama Kyai Kanjeng Gajah Putih yang pada kesempatan kali ini diserahkan untuk Kabupaten Trenggalek. Harapan saya kegiatan ini kedepan agar semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya sehingga bisa menjadi andalan wisata budaya, selain wisata alam dan wisata buatan lainnya. Selesai memberikan sambutan, Wakil Bupati secara resmi membuka acara pameran pusaka.yang dilanjutkan dengan peninjauan di lokasi pameran
Sedangkan ketua panitia Sumarwoto dalam laporannya menyampaikan bahwa pameran yang bertujuan untuk melestarikan budaya nasional ini, memamerkan sebanyak 213 pusaka. Ini terdiri atas pusaka milik para anggota pusaka dari 14 kecamatan se Kab. Trenggalek beserta dari daerah yang lain yaitu Madura, Bali, Solo, Surabaya, Madiun, Kalimantan, Jogjakarta, Sumatra dan Sulawesi.