Panen raya padi yang
diselenggaran rabu,03 April 2013 di dua tempat kali ini yaitu sawah kuncen desa Nglongsor dan
persawahan di Desa Sukowetan Kecamatan Karanagn menunjukkan bahwa hasil padi di lahan
persawahan Trenggalek memiliki potensi
yang besar untuk mendukung dan mendorong program pemerintah untuk surplus
pangan di tahun 2014.
Dalam Acara panen perdana
ini di hadiri perwakilan Bulog Propinsi,
Bupati Trenggalek, Kepala dinas pertanian dan Ketua TPP PKK. Ny. Penny Mulyadi
beserta Ny.Haniq Kholiq.
Menurut Bupati Trenggalek
melalui sambutan yang di sampaikannya bahwa luas lahan sawah di Kabupaten
Trenggalek 12.300 Ha, untuk produksi selama tiga tahun terkhir ini telah
berhasil meningkatkan produksi lebih 5%. Produktivitas padi rata-rata per tahun
adalah 60,69 Ku/Ha GKP, sedangkan tahaun 2012 produksi padi kita 173.003 ton
setara beras 108.542 ton.Hal ini merupakan gambaran keberhasilan pembangunan
pertanian melalui kegiatan : Sekolah lapangan Pengelolan Tanaman Terpadu
(SLPTT), Optimasi lakan, SRI ( system of Rice Intensification), perbaikan
jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani dan Jaringan Irigasi Desa.
Di Tahun 2012 lalu
pemerintah mengalokasikan kegiatan SLPTT padi hibrida seluas 1.500 Ha
dialokasikan kepada 150 kelompokm tani sekabupaten Trenggalek. Dan untuk
kecamatan karangan seluas 60 ha pada 6 kelompok dan diantaranya Kelompokm Tani
Sidodadi, Kelompok Tani maju dan Kelompok Tani Sido makmur Desa Sekowetan
kecamatan Karangan.
Kalau produktivitas padi hybrida
10-12 ton per hektar, bukan merupakan hal baru “ ucap Bupati “.Tetapi dengan
tanaman padi hibrida non pestisida dengan hamparan seluas 30Ha, inilah yang
menjadi kebanggaan kita dan prestasi tersendiri bagi Kelompok Tani Desa
Sukowetan dan Kab Trenggalek pada umumnya.
Padi hibrida adalah hasil
rekayasa teknologi pengan yang sudah diuji oleh para ahli di bidang
pertanian.padi jenis ini merupakan salah satu upaya peningkatan pruduksi.Akan
tetapi Lahan yang sempit di Kabupaten Trenggalek merupakan hambatan/tantangan
yang harus di hadapi. Jika dilaksanakan dengan keseriusan semua pihak untuk
membina dan mengarahkan lambat laun tantangan itu akan mudah untuk dilewati. Selain
masalah lahan serangan hama tikus dan penyakit potong leher merupakan hambatan
besar yang selalu menghantui para petani.maka penggunaan benih padi varietas
unggul, tehnologi jajar legowo dan program “Stop Spot” adalah salah satu upaya
untuk meminimalisir serangan serta peringatan dini terhadap serangan OPT.
Lebih Lanjut atas nama
pemerintah kabupaten Trenggalek Bupati mengucapkan terimakasih
setinggi-tingginya khususnya kepada kelompok Tani Sidodadi dan Tani Maju atas
Keberhsilannya dalam melaksanakan SLPTT padi hibrida tanpa Pestisida, ucapan
yang sama juga di sampaikan kepada petugas pertanian di Kecamatan, baik
penyuluh, mantra Tani dan pengamat hama yang telah bekerja keras membangun
pertanian demi ketahanan pangan masyarakat. Kepada PT Biogene Plantation yang
merupakan perusahaan yang memproduksi benih padi hibrida yang sekaligus
memberikan bimbingan kepada petani dalam budidaya padi hibrida.
Sebagai penutup
bupati mengingatkan sekarang sudah tidak
perlu kuatir dan merasa kesulitan lagi dalam pemasaran beras atau gabah. Karena
Bulog sekarang sudah siap untuk menampung atau menerima hasil panen tersebut
dengan harga yang wajar dan berapapun jumlah produksi Panennya. Seusai Acara Ketua TPP PKK meyempatkan untuk memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum Dhuafa sebanyak 29 orang.