
Sektor
pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pertanian
memberikan kontribusi terbesar kedua ( 14,7 % ) setelah industri ( 24,3 % )
dalam bentuk Domestik Bruto Indonesia tahun 2011 dari 112,8 juta penduduk
Indonesia yang bekerja pada Februari 2012, sektor pertanian menyerap tenaga
kerja terbanyak ( 36,52 % ). Undang – Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang
Statistik mengamanahkan Badan Pusat Statistik ( BPS ) untuk melaksanakan statistik
dasar, yaitu sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi yang masing
– masing diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Pertanian yang
diselenggarakan tahun 2013 ( ST2013 ) merupakan sensus yang keenam kalinya.
Bertempat di Rumah Makan Mekarsari pada tanggal 20 Maret 2013 pukul 09.00 dalam
acara Sosialisasi Sensus Pertanian 2013 dengan Tema Kebenaran Jawaban Anda
Membantu Keberhasilan Pembangunan Pertanian dan acara dihadiri oleh Asisten
Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BPS Trenggalek, Kabag Humas dan Protokol, Kepala SKPD , Kelompok Tani dan beserta seluruh Kelompok
Nelayan.
Dalam
Sambutannya Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengatakan Sensus Pertanian
mencakup seluruh usaha pertanian di sebsektor tanaman pangan, hortikultura (
sayuran, buah – buahan, tanaman hias, dan tanaman obat ), perkebunan,
peternakan, perikanan, dan kehuutanan, baik pada rumah tangga, perusahaan,
maupun pesantren/seminari, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan kelompok
usaha bersama. Pencacahan dilakukan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Rumah tangga pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau
lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian, baik usaha milik
sendiri, bersama, maupun milik pihak lain dan sebagai tujuan pelaksanaan Sensus
Tani 2013 adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang
lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia,
mendapatkan kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel
untuk survey – survey pertanian, dan memperoleh berbagai informasi tentang
populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, komoditas pertanian serta
distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas dan data
tersebut diperlukan untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun perencanaan
pembangunan pertanian Indonesia. Petugas sensus akan melakukan pendataan dalam
kurun waktu 1 – 31 Mei 2013 dari 14 Kecamatan dan petugas yang dikerahkan
sekitar 1.012 orang dan Sensus Pertanian 2013 dilaksanakan karena adanya
kebutuhan data dasar terkini untuk mengevaluasi menyusun perencanaan
pembangunan pertanian Indonesia, sebagai petugas akan melakukan pendataan
dengan mendatangi seluruh usaha pertanian dan tempat tinggal pelaku usaha
pertanian di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Dan kehadiran
para camat ini bisa memberikan pengarahan kepada kepala desa, juga kelompok
tani ini bisa ke para anggota terang Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS ).
Dengan daerah konsentrasi sekitar 148 titik artinya
seluruh rumah tangga bakal didatangi tentu ini dengan cara Door To Door dan
juga untuk
manfaat Sensus Pertanian 2013 ialah menghasilkan data yang digunakan mendukung
perencanaan dan evaluasi yang berkualitas, menghasilkan data pertanian yang
komprehensif dan menyeluruh dan juga menghasilkan data yang diperlukan sebagai
titik tolak untuk menetapkan target pembangunan selanjutnya.