Program KB
memasuki tahapan baru yakni pendekatan program Keluarga Berencana (KB) yang
lebih diarahkan pada peningkatan kualitas dan akses pelayanan KB dengan lebih
menjamin hak – hak reproduksi sebagai bagian hak azasi manusia, pedekatan ini
dilaksanakan atas dasar kesukarelaan, keterbukaan dan kejujuran. Guna
mensukseskan program KB yang mengusung Visi “ Penduduk Tumbuh Seimbang 2015”
dan misi “ Mewujudkan Pembangunan yang berwawasan Kependudukan dan mewujudkan
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera”, hari ini 27 Pebruari 2013 bertempat di
gedung Balai Benih Ikan Kabupaten Trenggalek, dilaksanakan Rapat Kerja Daerah
Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Kabupaten
Trenggalek. Kegiatan ini dihadiri Bupati Trenggalek Dr. Ir Mulyadi Wr. MMT, beserta
jajaran Forpimda, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sholikan Syakur SH. M.Si Widyaiswara
BKKBN Prov. Jatim, Kepala BP3KB, Ketua Tim
Penggerak PKK dan tamu undangan lain.
Kepala BP3KB Kabupaten
Trenggalek Machfud Effendi, SH. MM mengatakan, sarasaran kegiatan ini adalah pemberdayaan
perempuan dan perlindungan anak, dari data yang melapor pada tahun 2012 jumlah
KDRT sebanyak 30 kasus, diantaranya usia 0-17 tahun terdapat 17 korban, usia
18-24 tahun terdapat 9 korban, diatas usia 25 terdapat 4 korban. “ Kita terus bekerja
sama dengan puskesmas, serta selalu kita
tingkatkan dan upayakan kerja sama
lintas sektor, teman - teman koordinator lapangan lebih intensif
mensosialisasikan masalah reproduksi remaja mulai dari tingkat SMP, sehingga
bisa merencanakan serta mengurangi korban kekerasan pada perempuan dan
perlindungan anak agar tidak terjerumus pergaulan bebas “ kata Kepala BP3KB.
Bupati Trenggalek
Dr. Ir Mulyadi Wr. MMT dalam sambutannya, untuk mewujudkan visi misi program Kependudukan
dan Keluarga Berencana bukan hanya eksekutif dan rakyat melalui legislatif saja
tapi juga merupakan kehendak kita semua melalui Undang-undang dan harus
dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Ada empat (4) aspek dalam pelaksanaan
program Kependudukan dan Keluarga Berencana, antara lain Program Keluarga
Berencana Nasional dan Kesehatan Reproduksi, Program Kesehatan Reproduksi
Remaja, Program Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, dan yang
terakhir Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil.