Permasalahan
kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara
bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan
tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum
optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi
sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga
mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan
menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.Untuk meningkatkan efektivitas
penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007.
Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan
kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan
partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat
miskin, dapat ditumbuh kembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan
subyek upaya penanggulangan kemiskinan.
PNPM Mandiri
adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan
pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan
masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan
sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan, dan
pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya
penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Untuk mengevaluasi
program tersebut 30 Januari 2013 bertempat di gedung bhawarasa diselenggarakan
Lokakarya midterm review Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan ini hadir
Asisten Pemerintahan dan kesra, Kepala Bappeda, dan perwakilan PNPM Mandiri
dari Provinsi Jatim.
Menurut Asisten
Pemerintahan dan Kesra Sigid Hari Basuki, SH. Msi yang pada kesempatan itu
mewakili Bupati Trenggalek menuturkan Program ini mempunyai peran yang sangat
penting untuk membantu mempercepat penyelesaian kemiskinan,kebodohan, dan
permasalahan ekonomi. Melalui PNPM ini bisa memberikan peluang kepada
masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya secara mandiri dengan
menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tanpa bergantung kepada program dari
Pemerintah.
Secara singkat Sigid capaan
Asisiten Pemerintahan ini biasa di panggil menjelaskan tujuan dari PNPM mandiri
ini yaitu Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan,
program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor).
Meningkatnya sinergi masyarakat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan
tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan kelompok peduli
lainnya, untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan. Meningkatnya
modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya
serta untuk melestarikan kearifan lokal.
Meningkatnya inovasi
dan pemanfaatan tekhnologi tepat guna, informasi dan komunikasi dalam
pemberdayaan masyarakat.