Sebanyak 25 KK
atau sekitar 80 jiwa Transmigran asal Trenggalek, pada Sabtu 1 Desember 2012
diberangkatkan menuju Tanjung Buka SP di 8 kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Timur.
Secara resmi rombongan diberangkatkan langsung oleh Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Rakyat , Sigit Agus Hari Basuki, S.H, M.Si bertempat di Aula BBI. Kepala disnakertransos, Ir.Mokhammad Siswanto, SH, MM melaporkan dalam bahwa Kabupaten Trenggalek pada 1 Desember 2012 akan mengirimkan transmigran ke UPT Tanjung Buka SP. 8 Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 25 kk == 80 jiwa . Sedangkan pada 3 Desember 2012 akan memberangkatkan sebanyak 10 kk = 35 jiwa ke UPT Permata Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan barat serta ke UPT Motongkad Kabupaten Bolaangmangondow Timur Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 15 KK= 46 pada minggu ke III Desember. “ Sebanyak 80 jiwa ini terdiri dari transmigran dari Kecamatan Suruh sebanyak 8 kk = 26 jiwa, Kecamatan Dongko = 6 KK =18 jiwa, Kecamatan Pule = 5 KK = 16 jiwa dan Kecamatan Kampak : 1 KK = 2 jiwa.” tegas Ir.Mokhammad Siswanto, SH, MM.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Trenggalek, Dr.Ir. Mulyadi, WR, MMT berharap semoga transmigran berhasil/ sukses sehingga kehidupan baik ekonomi, sosial dan budayanya semakin baik. Mengingat bahwa program transmigrasi merupakan salah satu program pembangunan nasional yang telah memberikan kontribusi positif salah satunya ikut mengatasi persoalan kemiskinan dengan memberikan kesempatan kerja pada sektor pertanian di daerah transmigrasi.
Oleh sebab
itu, calon transmigran diminta untuk tidak menyia - nyiakan kesempatan yang ada,
karena belum tentu hal ini akan datang untuk kedua kalinya. “Harus bersyukur
karena sebanyak 200 KK masih belum dapat diberangkatkan karena terbatasnya
alokasi target penempatan transmigran.” tegas Bupati.
Di daerah
transmigran yang masih tergolong wilayah baru, Bupati berharap para transmigran
mampu menciptakan semangat gotong royong dalam semua kegiatan terutama dalam
pengelolaan lahan karena lahan yang akan saudara kelola seluas 2 Ha. “lahan
pekarangan : 0,25 Ha, lahan usaha satu : 00, 75 Ha serta Lahan Usaha dua : 1,00 Ha”
ujar Bupati.
Selain itu
Bupati berpesan kepada semua calon transmigran untuk bekerja keras sehingga menjadi
transmigran sukses dan jangan pulang ke daerah asal kecuali sambang keluarga .
Yang tak kalah pentingnya, para transmigran diharapkan mampu mengedepankan musyawarah
dengan kepala unit permukiman transmigrasi / petugas transmigrasi dan atau
kepala desa setempat apabila mempunyai persoalan/ masalah di daerah transmigran.
“Terapkan semua ilmu yang telah saudara dapat di balai latihan kerja wonojati
kabupaten Malang.” tandas Bupati.