Komitmen Kabupaten
Trenggalek untuk menjadi salah satu Kabupaten yang bersahabat dengan kesehatan
kaum perempuan kembali didengungkan. Menggandeng beberapa pihak diantaranya Dinas Kesehatan , TP PKK
menyelenggarakan seminar deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya dalam
rangka peringatan hari ibu PKK KB Kes dan kegiatan kesatuan gerak PKK KB
Kesehatan Kabupaten Trenggalek 2012, Selasa 18 Desember 2012 bertempat di
Pendopo.
Penyelenggaraan seminar ini juga
merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan kepada perempuan
sehingga mampu menurunkan angka kematian Ibu. Demikian disampaikan oleh dr.Fonita
Sugito Teguh selaku Ketua Pelaksana dalam paparannya. “ Selain sebagai ajang
untuk memperingati hari Ibu, seminar ini untuk mengetahui kanker serviks dan cara
mengatasinya” tegasnya.
Hadir sebagai pembicara Ny. Penny Mulyadi
selaku ketua TP PKK serta dr.Yusuf Nawir, Sp.OG selaku spesialis Obstretri
Ginekologi di RSUD Wahidin Mojokerto. Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan
pemeriksaan IVA, papsmir, vaksinasi serta donor darah. “Hingga saat ini sudah
tercatat sebanyak 240 orang yang mengikuti seminar, pemeriksaan IVA 30 orang,
PAPSMIR 25 orang serta 67 imunisasi.
Dinas kesehatan dan RSUD dr.Soedomo
periode Januari hingga Desember 2009 telah mencatat sebanyak 34 kasus telah
terjadi dari jumlah pasangan usia subur atau sekitar 0,023 %.
Namun sangat disayangkan, kaum perempuan
belum timbul kesadarannya bagaimana bahayanya penyakit ini. Sebagian besar
penderita datang pada stadium lanjut , karena pada stadium awal penyakit ini
tidak sakit sehingga pasien tidak segera memeriksakan diri dengan alasan tidak
tahu, sedangkan yang tahu takut dengan prosedur pemeriksaan dan cerita tentang
operasi.
Padahal penyakit ini bisa dicegah sejak
awal dengan melakukan deteksi dini mulai dari “pap smear dan iva” (inspeksi
visual dengan asam asetat). “Upaya pencegahan lain yaitu dengan paket imunisasi
, namun bagi masyarakat umum biayanya relatif mahal “ terang Bupati.
Oleh karena itu, melalui seminar ini diharapkan
informasi tentang bahaya dan pencegahan serta deteksi dini dapat dipahami oleh
peserta seminar dan bisa disebarluaskan.