Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, TP PKK Kabupaten
Trenggalek bekerjasama dengan Dekranasda menyelenggarakan lomba busana batik
Trenggalek. Secara resmi pembukaan lomba
diselenggarakan pada Kamis, 20 Desember 2012 bertempat di Pendopo yang turut
dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Sekretaris Daerah serta Kepala SKPD Lingkup
Pemkab Trenggalek.
Dalam festival ini akan diselenggarakan peragaan busana batik dan pameran
batik dari berbagai UKM di Kabupaten Trenggalek. Namun ada satu hal yang
membedakan event ini dengan ajang-ajang sebelumnya. Jika sebelumnya fashion
show bertemakan batik biasanya diperagakan oleh para pejabat teras di lingkungan
Pemkab Trenggalek, namun kali ini TP PKK menghadirkan inovasi baru dengan
mengikutsertakan para guru-guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Trenggalek.
Seperti yang dipaparkan oleh Ketua TP PKK, Ny. Penny Mulyadi selaku ketua
panitia bahwa lomba batik ini akan diikuti oleh kepala sekolah mulai dari tingkat
SD hingga SLTA. Selain itu, dari perguruan tinggi, instansi negeri dan swasta
juga akan ikut berpartisipasi. “ Hingga saat ini peserta kepala sekolah SD
mencapai 110 orang serta peserta dari SMP, SMA, perguruan tinggi dan instansi
mencapai 101 orang,” jelasnya.
Dalam festival ini juga akan dimeriahkan beberapa rangkaian
lomba fashion show yang bertemakan bapak dan ibu gemuk, ibu dan balita serta
remaja. Dengan terselenggaranya acara ini, Bunda sebutan akrab Ny. Penny Mulyadi
mengharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap batik bermotif asli
Trenggalek. Kedepan, sekolah-sekolah dihimbau untuk memiliki pelajaran
ekstrakurikuler membatik, sehingga anak-anak semakin mencintai batik, lanjut
Ny.Penny Mulyadi
Kemeriahan Hari Ibu semakin berwarna dengan diadakannya beberapa rangkaian
acara yaitu jalan sepeda lansia, lomba kelereng, lomba teklek, lomba gobak
sodor, lomba gulung stagen dan permainan tradisional lainnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi, WR, MMT dalam sambutannya
terlihat antusias atas terselenggaranya acara semacam ini yang bertujuan untuk
mengangkat kearifan budaya lokal. “Dengan diadakannya lomba semacam ini, maka
pengrajin batik asal Trenggalek bisa lebih terangkat dan bisa menikmati
hasilnya,” ujarnya.
Bupati juga sempat menyinggung tentang gerakan cinta produk dalam negeri. Bupati
meminta secara langsung kepada para kepala SKPD untuk menggunakan produk asli
daerah seperti snack yang digunakan dalam setiap acara.
Orang nomor satu di Kabupaten penghasil keripik tempe ini juga mengungkapkan apresiasi
dan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih oleh pengrajin batik asal
Trenggalek yang mampu menjadi juara I se- jawa Timur beberapa waktu lalu. “Semoga
dengan event ini akan mewadahi para pengrajin serta akan melahirkan pembatik
yang berprestasi lainnya” tandasnya mengakhiri sambutan.